PT LI Tak Berikan Solusi

95
PERCUMA: Pembentukan tim serta latihan PSIS yang memakan waktu, tenaga dan biaya yang tak sedikit, akhirnya sia-sia karena konflik PSSI dan Menpora yang tak berujung pangkal. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
PERCUMA: Pembentukan tim serta latihan PSIS yang memakan waktu, tenaga dan biaya yang tak sedikit, akhirnya sia-sia karena konflik PSSI dan Menpora yang tak berujung pangkal. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Hingga pertemuan perwakilan tim-tim Divisi Utama dengan operator kompetisi yaitu PT Liga Indonesia di Jakarta Kamis (9/5) kemarin belum ada solusi soal kelanjutan nasib kompetisi kasta kedua di Indonesia tersebut. Dengan kondisi tersebut, otomatis tim Mahesa Jenar yang telah resmi diliburkan oleh manajemen beberapa waktu yang lalu juga bakal belum bisa kembali menggelar persiapan dalam waktu dekat ini.

Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho ditemui kemarin memprediksi, solusi soal sepak bola Indonesia kemungkinan baru akan muncul setelah konflik antara Menpora dan PSSI benar-benar selesai. “Karena saat ini kondisinya kan kompetisi tidak bisa berjalan jika salah satunya tidak merestui. Makanya kita semua berharap yang terbaik, dan paling tidak semua permasalahan bisa clear dulu,” kata Agung kemarin.

Selain itu dua hal terdekat yaitu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia 12 Mei dan tenggat waktu FIFA pada 29 Mei juga bakal menjadi penentu masa depan sepak bola Indonesia musim ini. Mengenai RUPS PT Liga Indonesia, Agung mengatakan banyak hal yang akan dibahas dalam agenda tersebut termasuk soal rencana PT Liga Indonesia yang akan menggelar turnamen untuk tim-tim kontestan Divisi Utama.“Selain itu dalam RUPS juga akan dibahas mengenai format baru Divisi Utama musim 2015-2016 karena musim 2015 ini kompetisi sudah pasti ditiadakan. Kalau sesuai rencana kompetisi baru akan digulirkan Oktober 2015,” beber Agung.

Namun semua itu kata Agung juga masih akan tergantung pada 29 Mei mendatang di mana FIFA memberikan tenggat waktu soal penyelesaian konflik sepak bola di Indonesia. ”Kalau akhirnya FIFA memberikan suspend maka rencana-rencana itu juga akan sulit terlaksana,” sambungnya.

Lebih lanjut Agung menambahkan, mengenai pagelaran turnamen sebagai pengganti kompetisi musim ini, prinsipnya PSIS cukup menyambut baik meski nantinya output turnamen tidak menentukan promosi dan degradasi tim-tim Divisi Utama. “Karena sifatnya turnamen jadi hanya memperebutkan juara saja. Tapi kan paling tidak dari situ tim ada pemasukan baik dari sponsor maupun tiket laga kandang. Jadi gagasan itu bagi kami cukup positif,” pungkasnya. (bas/smu)