UJI COBA: Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Condro Kirono (kiri) melakukan Salam One Heart bersama Chief Executive Astra Motor, Sigit Kumala (dua dari kanan) saat launching Astra Motor Safety Riding Center Jogjakarta, kemarin. (ISTIMEWA)
UJI COBA: Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Condro Kirono (kiri) melakukan Salam One Heart bersama Chief Executive Astra Motor, Sigit Kumala (dua dari kanan) saat launching Astra Motor Safety Riding Center Jogjakarta, kemarin. (ISTIMEWA)

JOGJA – Dealer utama sepeda motor Honda, Astra Motor, meresmikan gedung Safety Riding Center pertama di Indonesia tepatnya di Jalan Sudirman, Jogjakarta, Jumat (8/5). Rencananya, Astra Motor akan membuka fasilitas serupa di beberapa kota di Indonesia.

“Sepuluh tahun terakhir, kebutuhan alat transportasi yang terjangkau meningkat signifikan. Pengguna sepeda motor pun makin banyak. Namun, kesadaran akan pentingnya berkendara dengan aman belum sejalan dengan pertumbuhan sepeda motor saat ini,“ ujar Chief Executive Astra Motor, Sigit Kumala, di sela-sela acara peresmian.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Condro Kirono, Kapolda DIJ Brigjen Pol Erwin Triwanto, Wali Kota Jogjakarta Haryadi Suyuti, Presiden Direktur PT Astra Honda Motor Toshiyuki Inuma, Direktur PT Astra International Tbk Johannes Loman, Kepala Wilayah Astra Motor Jogjakarta Ronaldo Wijaya, dan sejumlah manajemen Astra Motor lainnya.

Sigit menjelaskan, gedung Safety Riding Center seluas 998 m2 itu berdiri di atas lahan seluas 1.792 m2. Astra Motor mengeluarkan investasi untuk bangunan sekitar Rp 10 miliar. Di gedung yang dibangun mulai Mei 2014 itu, masyarakat umum dari berbagai usia dan komunitas sepeda motor Honda bisa mengenal bagaimana berkendara yang baik. Di sana, sejumlah instruktur safety riding juga siap melatih masyarakat yang berkunjung. “Kami sadar, perlu ada tempat yang menjadi pusat pelatihan berkendara untuk segala usia. Karena itu, sejak Mei tahun lalu kami membangun Astra Motor Safety Riding Center Jogjakarta ini,” jelas Sigit dalam rilis yang diterima Jawa Pos Radar Semarang.

Kepala Wilayah Astra Motor Jogjakarta, Ronaldo Wijaya, menjelaskan, Astra Motor Safety Riding Center ini tak hanya untuk masyarakat umum, mahasiswa, dan pelajar SMA yang sudah bisa mengendarai sepeda motor, tapi juga pelajar SMP, SD, bahkan Taman Kanak-kanak. “Sebab, kami ingin edukasi mengenai keselamatan berkendara serta pengetahuan lalu lintas dimulai sejak dini,” katanya.

Menurut Ronaldo, nantinya masyarakat juga bisa melakukan perpanjangan SIM di gedung baru tersebut. “Kami juga menyediakan tempat untuk aktivitas komunitas sepeda motor Honda. Mulai dari pelatihan berkendara di lapangan dan kelas, tempat diskusi, gathering, hingga nonton bareng MotoGP,” tambahnya.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Condro Kirono menyambut baik diresmikannya Astra Motor Safety Riding Center. Menurut dia, langkah itu sangat baik untuk memperkenalkan budaya keselamatan berkendara. “Semestinya langkah yang baik ini diikuti ATPM sepeda motor lainnya, sehingga masyarakat memiliki budaya keselamatan berlalu lintas yang baik,” tuturnya.

Dikatakan, saat ini korban jiwa kecelakaan lalu lintas di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Setiap harinya, rata-rata sekitar 89 orang tewas karena kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah itu sebagian besar dialami pengendara sepeda motor. Pada 2010 lalu, beber dia, korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 31.237 jiwa. Sedangkan pada 2014, jumlahnya menurun menjadi 28.260 jiwa. “Ini keprihatinan kita bersama. Presiden Jokowi sudah menyatakan kita darurat narkoba karena adanya kematian akibat narkoba sebanyak 30-40 jiwa per hari. Kita juga darurat lalu lintas, karena kematian karena kecelakaan sudah mencapai rata-rata 89 orang per hari,” tandasnya. (*/aro)