BONGSARI – Seorang kakek bernama Sukimin, 68, warga Jalan Kelengan Kecil, Kembangsari, Semarang Tengah, nekat mencoba bunuh diri. Ia berusaha mengakhiri hidup dengan cara mengiris urat nadi tangannya menggunakan pisau.

Sukimin ditemukan tergeletak lemas bersimbah darah di kompleks Pemakaman Karangsawo, Bongsari RT 7 RW 2, Kecamatan Semarang Barat, tepatnya di belakang Kelenteng Sam Poo Kong, Jumat (8/5) sekitar pukul 08.00. Beruntung, aksi konyol itu dipergoki warga yang melintas, sebelum akhirnya dilakukan pertolongan. Nyawa sang kakek berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk mendapatkan perawatan medis.

Kali pertama saksi yang melihat kejadian tersebut adalah Parmin, 40. Saat itu, ia bermaksud ke makam untuk membersihkan nisan makam saudaranya. Namun saat memasuki area makam, ia terenyak mendapati seorang kakek tergeletak di antara batu nisan. ”Saya kaget, ada orang tergeletak di tengah makam. Saya dekati, kakek tersebut bersimbah darah. Saya cek, masih hidup,” kata Parmin di lokasi kejadian.

Parmin pun panik dan bergegas meminta pertolongan warga sekitar. Sejumlah warga pun berlarian menuju lokasi kejadian untuk menolong kakek malang tersebut. ”Kami langsung berusaha melakukan pertolongan dengan cara diperban agar bisa mengurangi pendarahan. Tangannya diiris menggunakan pisau,” ujarnya.

Setelah menerima laporan, aparat Polsek Semarang Barat tiba di lokasi kejadian dan membawanya ke RSUP dr Kariadi Semarang.

Kakek Sukimin diduga kuat hendak bunuh diri dengan cara mengiris urat nadi menggunakan pisau. Bahkan ia sempat menulis surat wasiat yang ditinggalkan tak jauh di lokasi tubuhnya tergeletak. Surat wasiat itu ditujukan kepada pihak kepolisian. Bahwa ia memilih bunuh diri karena sakit hati dengan anak tiri dan kedua cucunya.

”Maaf Pak Polisi, adanya kejadian ini, saya sakit hati dengan anak tiri saya, Setyoningsih serta cucu saya Sutiyono dan Bagas, terima kasih Pak Polisi, saya Sukimin,” tulis surat wasiat yang diduga ditulis oleh Sukimin tersebut.

Kejadian tersebut sempat menggemparkan warga sekitar. Warga pun berbondong-bondong ke lokasi kejadian. Hingga petang kemarin, korban masih kritis di RSUP dr Kariadi Semarang. (amu/aro/ce1)