Bus Rombongan Takziyah Tabrakan Karambol

73
TAK KUASAI MEDAN: Bus rombongan takziyah asal Desa Pugung, Kecamatan Cawas, Klaten yang terlibat tabrakan karambol di Jalan Teuku Umar, Banyumanik, Semarang, Jumat (8/5) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK KUASAI MEDAN: Bus rombongan takziyah asal Desa Pugung, Kecamatan Cawas, Klaten yang terlibat tabrakan karambol di Jalan Teuku Umar, Banyumanik, Semarang, Jumat (8/5) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BANYUMANIK – Sebuah bus rombongan takziyah asal Desa Pugung, Kecamatan Cawas, Klaten terlibat tabrakan karambol di Jalan Teuku Umar, tepatnya di turunan setelah Gombel Lama, Banyumanik, Semarang, Jumat (8/5) sekitar pukul 11.15. Bus AD-1009-JC yang dikemudikan Slamet Widodo, 42 tersebut melaju kencang dari arah selatan (Ungaran) menuju Kota Semarang. Sesampai di turunan lokasi kejadian, tiba-tiba bus itu kehilangan kendali hingga menabrak mobil yang melaju di depannya.

Secara beruntun, mobil tersebut menghantam mobil Toyota Rush bernopol H-9009-OW dan mobil APV Suzuki Luxury bernopol H-8863-WR. Puncaknya, sopir bus tersebut membanting setir ke kiri hingga mengantam pagar rumah sekaligus tembok toko milik Shofiati, 40. Tidak hanya itu, sebuah mobil Kijang Innova bernopol H-3082-QB milik Shofiati tertimpa tembok dan runtuhan atap akibat dihantam bus nahas tersebut.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan beruntun itu. Sejumlah penumpang hanya mengalami luka ringan. Namun akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas di jalur itu tersendat beberapa jam. Diduga, bus rombongan takziyah itu mengalami rem blong. Sebab, sejumlah saksi mengaku mencium aroma kampas terbakar. Selain itu, sopir bus juga mengaku tidak menguasai medan.

”Sebelum kecelakaan, tercium aroma kampas rem seperti terbakar. Tak lama kemudian, sopir tak mampu mengendalikan busnya,” ungkap salah seorang penumpang bus, Supatmi, 42, warga Desa Pugung, Kecamatan Cawas, Klaten saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di lokasi kejadian, kemarin.

Dijelaskan Supatmi, bus tersebut berpenumpang 32 orang. Mereka adalah keluarga besar yang berangkat dari Klaten dengan tujuan takziyah ke Batang. ”Kami berangkat dari Klaten pukul 08.00. Tadi jalannya sangat ramai. Bus yang kami tumpangi berjalan di tengah. Pertama kali menabrak mobil warna merah,” katanya.

Para penumpang sempat panik saat bus yang ditumpangi tak terkendali. Sang sopir sendiri berusaha menghindari kecelakaan, tapi laju bus sudah tidak bisa dikendalikan. ”Kalau tidak dibanting ke kiri, mungkin malah menabrak banyak mobil,” ujarnya.

Meski sempat panik, dia mengaku bersyukur, rombongannya selamat dalam kecelakaan tersebut. ”Hanya luka ringan, akibat terbentur,” imbuhnya.

Sopir bus Slamet mengakui tidak menguasai medan di jalur tersebut. Ia tak menyangka jalur turunan tersebut cukup ekstrem. ”Lalu lintasnya sangat padat. Saya sudah berusaha melakukan pengereman. Namun laju bus tidak bisa dikendalikan. Jaraknya sudah terlalu dekat. Saya masuk gigi persneling tiga,” katanya.

Aparat Satlantas Polrestabes Semarang yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan evakuasi dan memintai keterangan sejumlah saksi. Sopir bus dimintai keterangan guna mengetahui penyebab terjadi kecelakaan. ”Tidak ada korban jiwa. Penyebab kecelakaan masih menunggu hasil pemeriksaan,” kata salah seorang petugas. (amu/aro/ce1)

Silakan beri komentar.