Proses Bandara Meleset

120

SEMARANG – Proses pembangunan terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang diketahui minus 2,6 persen dari target yang ditentukan. Jika mengacu pada target perencanaan, pembangunan seharusnya telah mencapai 16,18 persen. Namun karena beberapa hambatan, prosesnya saat ini baru mencapai 13,5 persen.

”Memang kita minus 2,6 persen. Kendati demikian, secara umum masih on schedule (sesuai jadwal),” ungkap Pimpinan Proyek PT Angkasa Pura I, Indah Prihastuti saat menyampaikan pemaparan di hadapan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di lokasi proyek, Kamis (7/5).

Indah menjelaskan, hambatan terbesar dalam proses pembangunan adalah berubahnya tanah menjadi rawa-rawa. Menurutnya, kontur tanah yang lembek membuat pekerjaan menjadi lambat. Meskipun begitu, Indah mengaku para pekerjanya terus melakukan rekayasa untuk mengatasi kendala tersebut. ”Tanah di tiang pancang diuruk dengan rata-rata kedalaman antara 33-36 meter,” imbuhnya menegaskan seluruh pekerjaan akan selesai pada 2017 mendatang.

Ditambahkan Indah, proses pembangunan saat ini masih dalam tahap satu di mana meliputi pembangunan jalan akses dari dan menuju bandara. Menurutnya, pada tahapan ini dikerjakan oleh PT Hutama Karya beserta PT Nindya Karya dengan total anggaran Rp 286,4 Miliar.

”Hingga saat ini, mereka baru berusaha melakukan pengurukan jalan kerja dan pemancangan tiang pancang. Paku beton yang sudah terpasang mencapai 1.345 buah. Artinya masih kurang 200 tiang pancang lagi,” bebernya.

Indah menambahkan, pengembangan Bandara Ahmad Yani ini terdiri atas empat tahapan. Setelah tahap pertama yaitu pengerjaan lahan dan jalan akses selesai, kemudian berlanjut pada tahap kedua yakni pengerjaan Apron dan Taxiway dengan anggaran Rp 155,9 Miliar. Menurutnya, paket kedua ini dikerjakan PT Pembangunan Perumahan.

”Paket satu diperkirakan selesai Februari 2016, baru kemudian paket dua, tiga, dan empat. Untuk paket dua dan tiga yakni pembangunan terminal serta bangunan penunjang dan pelengkap, seperti penginapan atau supermarket belum ada proses lelang,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo mengaku sering mendapat keluhan dari masyarakat terkait kondisi bandara yang lama. Utamanya terkait lahan parkir yang tidak mampu menampung banyaknya kendaraan pengunjung. Atas hal tersebut, ia mengaku telah meminta PT Angkasapura 1 sebagai operator bandara untuk mencari solusinya. ”Katanya lahan parkir akan diperluas, mungkin belum bisa menyelesaikan semua, tapi setidaknya sudah ada upaya,” pungkas Ganjar meminta masyarakat untuk sabar menunggu selesainya bandara baru. (fai/zal/ce1)