Lulusan Untag Harus Melek Hukum

127
WISUDA: Sebanyak 507 mahasiswa dari Fakultas Hukum mengikuti prosesi wisuda fakultas di Masjid Agung Jawa Tengah, kemarin. (FOTO: ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
WISUDA: Sebanyak 507 mahasiswa dari Fakultas Hukum mengikuti prosesi wisuda fakultas di Masjid Agung Jawa Tengah, kemarin. (FOTO: ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, telah meluluskan lebih dari 20 ribu alumni. Dan Kamis (7/5) kemarin, universitas yang berdiri sejak tahun 1963, itu mewisuda 507 anak didiknya.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum Untag, Dr Edy Lisdiyono, SH MHum, berpesan kepada 507 wisudawan progam studi strata 1, strata 2 dan Magister Kenotariatan untuk melek terhadap hukum, sehingga terhindar dari kasus korupsi. ”Sebagai orang yang belajar hukum tentu harus tahu hukum. Sehingga tidak akan terjerat kasus hukum yang nantinya mencoreng nama almamater,” katanya saat memberikan sambutan wisuda Fakultas Hukum di Masjid Agung JawaTengah, kemarin.

Menurut Edy, dengan kekuatan civitas akademika dan SDM dosen yang ada dengan gelar profesor, doktor, magister dan sarana yang memadahi, fakultas hukum Untag kini mengalami perkembangan yang siginifikan. ”Dalam perjalanannya studi Strata 1 (S-1) memiliki akreditasi A, sementara S-2 dan Porgam Kenotariatan punya akreditasi B. Insya Allah program Doktor (S-3) akan segara mendapatkan izin dari Kementerian Pendidikan,” tandasnya.

Pada wisuda kemarin, ada 507 wisudawan, dengan rincian, 471 mahasiswa Strata 1, 30 Strata 2, dan 6 Mahasiswa Magister Kenotariatan. Untuk program Strata 1 menjadi lulusan terbaik adalah Yongky Pratama, Winda Rizki Hendrastuti, Affrinda Irvan Santika. Sementara untuk Magister Ilmu Hukum dan Magister Kenotariatan adalah Inda Novi Susanti, Ayuk Fadiun Shahab.

Terpisah, Rektor Universitas 17 Agustus Semarang, Dr Wijaya, SH, MH, berharap kepada para wisudawan bisa meraih kesuksesan dari segi keluarga, masyarakat hingga bangsa dan negara, dengan dua kemampuan yang dimiliki yakni kemampuan intelektual dan soft skill. ”Intelektual saja tidak cukup, harus bisa mengolah emosional (emotional quotient) dan kemampuan mengolah hati (spiritual quotient) serta sosial yang senantiasa harus dimiliki,” tambahnya. (den/sct/zal/ce1)