Ketua Umum PGRI Dipinang

139
AJAK NYALON: Ketua Koalisi Tugu Muda Agung Budi Margono dan Sekretaris Agung Priyambodo saat bersilaturahmi di rumah anggota DPD RI Sulistyo, kemarin. (ISTIMEWA)
AJAK NYALON: Ketua Koalisi Tugu Muda Agung Budi Margono dan Sekretaris Agung Priyambodo saat bersilaturahmi di rumah anggota DPD RI Sulistyo, kemarin. (ISTIMEWA)

SEMARANG – Koalisi Tugu Muda (KTM) yang terdiri atas PKS-Golkar-Demokrat, dipastikan mengusung kandidat sendiri dalam pemilihan wali kota-wakil wali kota (Pilwalkot) Semarang pada 9 Desember mendatang. Salah satu sosok yang masuk dalam penjaringan KTM adalah Dr H Sulistyo, MPd, dia merupakan anggota DPD RI sekaligus Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sulistyo dinilai mampu menandingi dua kandidat calon wali kota lainnya, yakni Hendrar Prihadi (incumbent) dan Soemarmo HS (mantan Wali Kota Semarang 2010-2012).

Ketua KTM Agung Budi Margono menyatakan, selama ini pihaknya telah meminta masukan kepada sejumlah elemen masyarakat, mulai dari warga biasa, para pakar, termasuk para tokoh masyarakat yang ada di Semarang. Tujuannya, untuk mengetahui figur yang memang mumpuni dan bisa diterima masyarakat Semarang secara luas. Dari hasil diskusi panjang, muncul nama Sulistyo. Menurut Agung, anggota DPD RI itu adalah sosok yang dibutuhkan dalam kepemimpinan daerah.

”Kita sudah silaturahmi ke rumah Pak Sulis dan responsnya positif. Kami melihat figur Pak Sulis ini sangat dibutuhkan dalam kepemimpinan Semarang. Dan selama ini (Sulistyo) memiliki kontribusi besar di Semarang,” ujar Agung BM, didampingi Sekretaris KTM Agung Priyambodo, kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin (7/5) malam.

Pihaknya berharap Sulistyo bisa berpartisipasi dalam pembangunan Kota Semarang menjadi lebih baik melalui KTM. ”Kita masih menunggu keputusan beliau (Sulistyo), karena masih perlu dikomunikasikan dengan organisasinya beliau. Kita tunggu lampu hijaunya,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang itu.

Selain Sulisyo, pihaknya juga telah bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat lain, seperti Hasan Toha, dan lain sebagainya. ”Yang hadir di Pandanaran kemarin (diskusi Semarang Saiki Sesuk di Hotel Pandanaran), kita sambangi secara personal,” imbuhnya.

Disinggung adanya rencana koalisi dengan partai lain untuk mengusung satu nama. Mengingat sebelumnya, KTM dan koalisi Gerindra-PAN, melirik Soemarmo HS dalam pencalonan wali kota, Agung menyatakan, saat ini pihaknya akan fokus pencaringan figur yang cocok untuk Kota Semarang, bukan koalisi.

”Masa koalisi sudah selesai, KTM fokus temukan figur yang punya semangat besar untuk membangun Kota Semarang. Meski begitu kita tetap membuka diri jika memang yang lain ingin bergabung,” terangnya sembari menambahkan, pendaftaran dan penjaringan sampai Sabtu (9/5) besok, pukul 12.00 malam.

Tak Daftar ke Partai Lain
Sementara itu, salah seorang bakal calon wali kota yang telah mendaftarkan diri ke PDIP, Bambang Hoesodo, berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semarang, kemarin. Keberaniannya mendaftar sebagai bakal calon Wali Kota Semarang melalui PDIP layak diapresiasi. Sebab, hanya dia yang berani bersaing dengan incumbent, Hendrar Prihadi. Sementara belasan tokoh lain hanya berani mendaftar sebagai bakal calon wakil wali kota.

Disinggung langkah beraninya ini, Bambang mengaku memang tanpa beban apapun ketika akan mendaftar sebagai bakal calon wali kota. Dia hanya akan memberikan pilihan pada para petinggi DPP PDIP sebagai pemberi rekomendasi serta masyarakat Kota Semarang sebagai pemilih dalam pilkada mendatang.

”Saya tanpa beban, saya hanya memberikan pilihan. Kalau memang saya pantas dan layak diberi rekomendasi dan dipilih, ya pilihlah saya. Sederhana saja,” ujar Bambang.

Soal peluangnya yang tidak cukup besar karena bukan kader partai, Bambang mengakui. Namun, menurutnya, yang penting dirinya punya komitmen dan loyal.

”Saya tidak akan mendaftar melalui partai lain, hanya PDIP saja. Dan kalau diberi rekomendasi, saya akan sangat komit dan loyal,” tegasnya. (zal/smu/ce1)