Madila Tsania. (Dokumen Pribadi For Jawa Pos radar semarang)
Madila Tsania. (Dokumen Pribadi For Jawa Pos radar semarang)

BAGI Madila Tsania, kebebasan mengekspresikan diri yang dimiliki setiap orang harus diasah. Jika tidak, justru akan mengarah kepada hal-hal negatif yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan. Hal itulah yang menjadi pijakan Dila, sapaan akrabnya untuk menekuni dunia modeling fotografi.

“Setiap orang memiliki cara sendiri mengungkapkan diri. Cuma kadang yang ndak asyik itu, kenapa harus merugikan diri sendiri atau bahkan orang lain. Kaya narkoba atau kebut-kebutan di jalan. Itu kan membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ungkap Dila.

Remaja kelahiran Pekalongan, 23 Oktober 1997 itu mengaku, di dunia modeling, dia merasa lebih bisa mengasah rasa percaya dirinya. Berpose di depan kamerapun bukan hanya menunjukkan bentuk fisik, melainkan sarana menyampaikan sesuatu. “Awalnya saya menyukai seni fotografi. Karena di setiap foto itu memiliki cerita sendiri-sendiri. Yakni ada ekspresi sesuatu dari dalam jiwa,” jelasnya.

Berangkat dari kedalaman diri itulah, Dila terus menempa diri melalui dunia model fotografi. Namun, semenjak naik ke kelas XII, siswi SMK N 2 Pekalongan itu mengurangi kegiatan modelingnya. Hal itu dilakukan untuk fokus belajar. “Sementara ini, fokus belajar dulu,” kata siswi Jurusan Teknik Produksi dan Penyiaran Program Pertelevisian itu.

Gadis yang tinggal di Kelurahan Bendan Pekalongan Barat itu mengaku, akan tetap menekuni modeling setelah lulus nanti. Bahkan hingga melanjutkan kuliah. “Nanti kuliah di manapun, inginnya tetap ikut kegiatan modeling. Mungkin sudah terlanjur cinta sama fotografi,” imbuhnya sembari tertawa. (hil/ida)