Hanya Hasilkan Wacana

98

SEMARANG – Pertemuan tim-tim kontestan Divisi Utama 2015 di Jakarta Kamis (7/5) sore kemarin ternyata tidak berbuah solusi mengenai nasib kelanjutan kompetisi kasta kedua di Indonesia tersebut. Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho dihubungi kemarin mengatakan, dalam pertemuan tersebut tercatat hanya menghasilkan beberapa wacana salah satunya adalah gelaran turnamen yang rencananya akan diputar oleh PT Liga Indonesia.

Turnamen tersebut kata Agung ditujukan untuk mengisi kekosongan jadwal mengingat beberapa waktu lalu PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi juga memutuskan untuk tidak melanjutkan jalannya kompetisi Divisi Utama. “Jadi rencananya PT Liga akan menggelar turnamen untuk tim-tim Divisi Utama, daripada mereka vakum. Namun itu baru sebatas wacana saja realisasinya kapan kami juga belum tahu,” kata Agung kemarin.

Rencana tersebut kata Agung masih menunggu perkembangan kisruh sepak bola Indonesia dan juga Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia yang akan digelar pada 12 Mei 2015 mendatang. “Itupun kalau kisruh tidak berakhir suspend oleh FIFA. Karena FIFA sendiri member batas waktu hingga 29 Mei mendatang. Jadi semua ya masih sebatas wacana-wacana saja,” sambung mantan Manajer tim Mahesa Jenar itu.

Keputusan lain dalam pertemuan tersebut kata Agung adalah soal kelanjutan kompetisi setelah dihenatikan kemarin. Menurutnya kompetisi Divisi Utama akan kembali bergulir sekitar bulan September atau Oktober 2015 mendatang. “Jadi kompetisi 2015 kan batal bergulir. Nah untuk selanjutnya Divisi Utama akan memulai kompetisi baru yaitu musim 2015-2016 yang akan diputar bulan September atau Oktober dan berakhir sekitar bulan Juni 2016. Itu planingnya,” beber Agung.

Wacana-wacana tersebut kata Agung, juga membuat tim Mahesa Jenar harus berfikir ulang mengenai rencana mereka untuk menggelar turnamen mini bersama tim-tim Divisi Utama asal Jateng lainnya. “Karena pada akhirnya kami juga harus memikirkan keputusan setelah RUPS PT Liga Indonesia dan kelanjutan masalah ancaman sangsi dari FIFA temasuk masalah perizinan segala macam. Tapi sambil berjalan konsep mini turnamen juga akan terus kami bicarakan di internal manajemen,” pungkas Agung. (bas/smu)