Dandim Kendal Cari ‘Kendaraan’ Lain

112
Letkol Kav Wiratno. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Letkol Kav Wiratno. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL- Dandim 0715 Kendal, Lektol Kav Wiratno mulai ancang-ancang mencari ‘kendaraan’ lain di luar parpol Koalisi Kendal Beribadat (KKB) untuk memenuhi ambisinya maju dalam Pilkada Kendal, Desember mendatang. Terbukti, Kamis (7/5) kemarin, ia mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati (bacabup) lewat DPD PDIP Jateng. Padahal antara kubu KKB dengan PDIP jelas berseberangan, dan bisa dipastikan akan menjadi lawan sengit. Pasalnya, PDIP menjadi koordinator Koalisi Kendal Hebat (KKH).

Alternatif pencarian parpol lain di luar KKB ini diduga lantaran peluangnya untuk mendapatkan rekomendasi sebagai cabup sangat kecil. Sebab, banyak politisi di Kendal yang akan menjadi pesaing Wiratno. Di antaranya, Mirna Annisa (anggota DPRD Jateng Fraksi Gerindra) dan Muhammad Mustamsikin (Wakil Bupati Kendal).

Wiratno sebelumnya, telah mendaftarkan dirinya di bursa penjaringan bakal calon bupati di sejumlah parpol di KKB. Seperti PAN, PKS dan Golkar. Bahkan Wiratno telah mengembalikan berkas sebagai bukti keseriusannya untuk menjadi cabup dari KKB.

Namun saat akan dikonfirmasi perihal alasan Wiratno mendaftar bacabup di PDIP, ia tidak merespon saat dihubungi melalui telepon selulernya. Tapi informasi dari Sekretaris DPC PDIP, Ahmad Suyuti, membenarkan jika Wiratno mendaftar di PDIP.

“Ya, memang benar beliau (Dandim, Red) mendaftar cabup di PDIP melalui DPD PDIP Jateng. Kami mempersilakan saja, sebab itu hak beliau, dan kami tidak bisa melarang. Tapi nantikan rekomendasi dari DPP PDIP pusat dari Jakarta,” ujar Suyuti.

Dia mengatakan, sejauh ini belum ada satupun pendaftar cabup di PDIP yang mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP. Sebab, rekomendasi baru akan turun sekitar Juni mendatang mendekati waktu pendaftaran cabup di KPU Kendal.

Namun Suyuti menegaskan bahwa sesuai instruksi dari pusat, pendaftar yang diutamakan maju sebagai cabup adalah pendaftar dari pengurus kader dan menjadi pengurus parpol PDIP. “Tentu saja diutamakan adalah kader,” tegasnya.

Sejauh ini, PDIP mengaku sudah menggalang koalisi dengan sejumlah parpol di Kendal. Di antaranya, Partai Nasdem dan Partai Hanura. “Dua partai itu yang sudah ada MoU dengan kami, meskipun belum resmi. Selain itu ada juga Partai Demokrat yang masih dalam proses komunikasi,” akunya.

Menanggapi pendaftaran Wiratno sebagai cabup Pilkada Kendal 2015 melalui DPD PDIP Jateng, Ketua DPC PDIP Kendal Widya Kandi Susanti mengaku santai. “Ya, itu memang sudah aturan, tiap parpol harus membuka peluang dari masyarakat umum maupun TNI. Jadi, itu hak dari Pak Wiratno untuk mendaftar, jadi boleh-boleh saja mendaftar lewat DPD PDIP Jateng,” katanya.

Widya sendiri optimistis bakal mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP. Sebab, mengacu instruksi dan aturan parpol, diutamakan adalah kader parpol yang menjadi pengurus. “Kalau tidak Ketua DPC ya Sekretaris DPC,” ujarnya.

Koordinator KKB, Sakdullah dari PAN mengaku, belum mengetahui jika Wiratno mendaftar cabup di DPD PDIP Jateng. “Saya malah belum tahu, beliau sendiri juga tidak berkomunikasi dengan kami jika akan mendaftar di PDIP,” katanya.

Sakdullah mengatakan, selama ini antara parpol di KKB dengan Wiratno maupun semua calon yang telah mendaftar masih berkomunikasi baik. “Jadi tidak ada masalah apapun. Tapi jika memang demikian itu hak Pak Dandim, mau mendaftar sebagai cabup lewat apapun,” ujarnya. (bud/aro)