10 Persen Perusahaan Belum Terdaftar BPJS

90
SOSIALISASI: Seorang pekerja tengah mencari tahu cara mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. (Eny Susilowati/Radar Semarang)
SOSIALISASI: Seorang pekerja tengah mencari tahu cara mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. (Eny Susilowati/Radar Semarang)

SEMARANG – Meski begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh pekerja dengan menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) baik Ketenagakerjaan maupun Kesehatan. Namun hingga saat ini masih ada sekitar 10 persen perusahaan di Kota Semarang yang belum mendaftarkan karyawannya sebagai peserta.

Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Semarang Ekwan Priyanto,SH.MH mengungkapkan, dari 3.270 perusahaan yang ada di Semarang, 10 persennya belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Perusahaan-perusahaan yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS tersebut sebagian besar dari perusahaan ritel, home industri, UMKM dll. “Untuk itu kami semakin gencar melakukan sosialisasi baik dengan pembinaan maupun pemeriksaan di perusahan-perusahaan,” ungkap Ekwan kepada Radar Semarang, kemarin.

Dengan gencarnya pembinaan yang dilakukan ke perusahaan-perusahaan diharapkan pada bulan Juli mendatang seluruh perusahaan di kota Semarang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS. “Hal ini mengacu pada UU no 24 tahun 2011 terkait tentang transformasi PT Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan dan PT Askes menjadi BPJS Kesehatan dimana setiap orang termasuk orang asing yang bekerja di Indonesia paling singkat 6 bulan wajib menjadi peserta BPJS, begitu pula dengan pemberi kerja wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya ke BPJS,” terangnya.

Jika hingga Juli mendatang masih ada perusahaan yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS maka sanksi administratif akan diberikan, sesuai PP no 86 tahun 2013 yaitu perusahaan terkait tidak akan dilayani dalam perijinan atau SIUP tidak akan dikeluarkan, ijin untuk mengikuti tender proyek tidak dilayani, tidak diperbolehkan memperkerjakan tenaga asing, dicabut ijin mendirikan bangunan dan lain sebagainya.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pemuda Budiman Siagian menambahkan, tidak ada target secara angka untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga Juli mendatang. “Kami berharap seluruh pemberi kerja mendaftarkan perusahaannya dan seluruh pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan sehingga seluruh masyarakat pekerja terlindungi dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” jelas Budiman. (eny/smu)