PJU PADAM : Padamnya lampu penerangan jalan umum dimanfaatkan warga untuk membuka warung remang-remang di sepanjang jalur pantura Batang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PJU PADAM : Padamnya lampu penerangan jalan umum dimanfaatkan warga untuk membuka warung remang-remang di sepanjang jalur pantura Batang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Lantaran padamnya ratusan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berada di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Batang, beberapa titik ruas jalan terlihat gelap. Terutama di wilayah Kecamatan Gringsing, Subah dan Tulis. Kondisi tersebut dimanfaatkan beberapa pihak untuk mendirikan warung remang-remang. Bahkan, dalam sebulan terakhir, muncul lebih dari 20-an warung remang-remang baru.

Suroso, 34, warga Desa Surodadi, Kecamatan Roban, mengatakan bahwa banyak sopir truk yang tidak berani melewati jalur lingkar Surodadi, jika lewat tengah malam. Alasannya karena gelap, tanpa lampu penerangan. Karena itu, para sopir tersebut, lebih memilih menginap di warung remang-remang yang tersedia di sepanjang jalan pantura.

”Makanya banyak truk yang mangkal dan menginap di lokalisasi Penundan, menunggu esok paginya kalau sudah terang,” ujar Suroso, pemilik tambal ban tubles ini.

Suroso juga mengatakan, padamnya lampu PJU justru menjadi tempat yang strategis bagi para Pekerja Seks Komersial (PSK), yang mencari nafkah di sepanjang jalur pantura tersebut. Sedangkan padamnya lampu PJU tersebut, sudah lebih dari satu tahun dan tidak kunjung ada perbaikan.

“Sebetulnya warung remang-remang tersebut hanya musiman. Jika menjelang Lebaran, dimanfaatkan untuk menjaring pemudik. Tapi tahun ini, sudah mulai dibangun, meski Lebaran masih jauh,” ujar Suroso.

Sementara itu, petugas pemeliharaan PJU, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Batang, Mahmudi, membenarkan akan matinya lampu PJU yang ada di sepanjang jalur Pantura. Menurutnya, dari 223 lampu PJU yang ada di sepanjang pantura, hanya 23 lampu PJU yang menyala di Kota Batang atau 165 lampu PJU padam.

”Padamnya lampu PJU, sudah dilaporkan sejak 4 bulan lalu oleh Dishubkominfo Batang kepada Kementrian Perhubungan di Jakarta.” kata Mahmudi saat ditemui sedang memperbaiki PJU di Jalan Raya Subah.

Mahmudi juga mengatakan dengan padamnya lampu PJU di sepanjang pantura Batang, membahayakan para pengendara yang melalui jalur tersebut. Terkait adanya banyak warung remang yang bermuncul, hanya kebetulan saja letaknya bertepatan dengan tiang lampu PJU.

”Kalau warung remang-remang, mungkin hanya kebetulan saja letaknya dekat dengan tiang lampu PJU yang semula menyala. Kami juga sudah menggnati lampu PJU yang lokasinya yang ramai dekat permukiman,” tuturnya.

Sedangkan penyebab padamnya lampu PJU, katanya, sebagian besar karena lampunya memang sudah mati. “Tapi ada juga yang komponen timer konektornya dicuri orang. Ada juga yang tiang penyangganya roboh karena ditabrak oleh kendaraan,” ujar Mahmudi. (thd/ida)