SEMARANG – Setelah menunggu hampir dua pekan lebih, keluarga dari Rara (bukan nama sebenarnya) sedikit mendapat titik terang. Pasalnya, pada Selasa (5/5) malam, sekitar pukul 19.00, salah seorang terduga pelaku pencabulan terhadap Rara, 12, telah diserahkan ke polisi.

”Iya, semalam sudah ada penjemputan. Awalnya diserahkan ke Mapolsek Banyumanik, tapi tadi katanya sudah dibawa ke Polrestabes. Karena unit penanganannya hanya ada di sana,” ujar Ng, orang tua Rara, menginformasikan, Rabu (6/5).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria yang ”dijemput” dan kini berada di Mapolrestabes Semarang tersebut diketahui berinisial Rs. Ia diduga juga melakukan pencabulan terhadap Rara di samping satu terlapor berinisial Gn, warga Banyumanik, Semarang.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto, membenarkan hal tersebut. Pihaknya mengatakan telah menerima penyerahan dari masyarakat terkait seseorang yang diduga melakukan pencabulan anak di bawah umur. ”Bukan menangkap, kami menerima penyerahan dari masyarakat. Sekarang (kemarin, Red) masih di sini. Masih dimintai keterangan,” katanya saat ditemui Jateng Pos, di Mapolrestabes Semarang, Rabu (6/5).

Meski tidak membantah, tapi Sugiarto menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah orang tersebut (Rs) pelakunya. ”Ini (Rs, Red) yang ada pada kami itu bukan yang dilaporkan. Jadi kami belum bisa memastikan apakah dia pelakunya karena yang dilaporkan atas nama orang lain (Gn, Red),” paparnya.

Untuk diketahui, pada Rabu (22/4), pukul 13.00, orang tua Rara mendatangi Mapolrestabes Semarang guna melaporkan tindak pencabulan yang menimpa Rara. Orang yang dilaporkan adalah tetangganya sendiri berinisial Gn. Adapun aksi pencabulan tersebut diduga dilakukan pada Minggu (19/4). Bahkan pada Senin (20/4) Rara dipaksa meminum minuman keras di sebuah pos kamling yang berada di Banyumanik Barat. Setelah itu, Gn menggerayangi korban dan mengancam agar tidak membocorkan aksi yang dilakukannya tersebut.

Aksi tersebut diketahui setelah Rara tidak pulang ke rumah selama dua hari. Setelah ditanya oleh orang tuanya, Rara akhirnya menceritakan apa yang dialaminya itu. ”Selasa (21/4) pulang dan saya tanyai dan menceritakan semua. Rabu-nya saya lapor, tapi pada Jumat (24/4) Gn kembali mengajak Rara dengan datang ke sekolah. Rara tidak mau dan kabur,” jelas Ng.

Terbongkarnya aksi Gn juga membuka aksi serupa yang dilakukan oleh Rs. Menurut pengakuan Rara kepada orang tuanya, Rs juga pernah menggerayanginya. Dalam aksi itu, Rs memberi iming-iming jajanan gratis. ”Setelah tahu Gn melakukan itu, semua terbongkar. Ternyata tetangga saya Rs juga pernah melakukan itu,” keluh Ng yang berharap polisi segera mengambil tindakan tegas dan memproses hukum pelaku lantaran korban masih di bawah umur. (har/jpnn/zal/ce1)