PROTES JALAN RUSAK : Ribuan warga Kabupaten Batang menyerahkan uang koin kepada Bupati Yoyok Riyo Sudibyo sebagai bentuk protes lambannya perbaikan jalan rusak. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROTES JALAN RUSAK : Ribuan warga Kabupaten Batang menyerahkan uang koin kepada Bupati Yoyok Riyo Sudibyo sebagai bentuk protes lambannya perbaikan jalan rusak. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

koin2WEB'

BATANG-Lantaran banyaknya jalan rusak di Kabupaten Batang yang tidak kunjung diperbaiki oleh Pemkab Batang, Rabu (6/5) siang kemarin, ribuan warga dari berbagai desa di Kabupaten Batang menggeruduk Kantor Bupati Batang. Mereka hendak menemui Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo untuk menyerahkan uang koin receh sebagai tanda protesnya.

Bupati Batang Yoyok Rio Sudibyo yang tidak berkenan menerima kehadiran ribuan warga tersebut, mewakilkan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Batang, Nasikhin, menerima uang koin receh tersebut. Totalnya Rp 4 juta yang berasal adalah sumbangan dari warga Desa Klidang, Karangasem dan Depok, serta para pengguna jalan raya di sepanjang Jalan Yos Sudarso.

Koordinator Aksi Unjuk Rasa, Nur Abadi, 43, mengungkapkan bahwa maksud dan tujuan memberikan uang koin kepada bupati dan pejabat Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) tersebut, untuk menegur bupati agar mengutamakan perbaikan jalan rusak yang ada di Kabupaten Batang.
Menurutnya, selama ini Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo dinilai tidak bisa mengelola Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Batang sebesar Rp 1,1 triliun setiap tahunnya dengan benar dan baik. Sehingga tak mampu mempebaiki jalan rusak.

“Ratusan jalan rusak di Kabupaten Batang, seperti Jalan Yos Sudarso, Depok, Kandeman, tidak pernah diperbaiki. Lantas, kemana saja uang negara itu,” kata Nur Abadi dalam orasinya.

Nur Abadi juga mengatakan bahwa pemberian uang koin tersebut sebagai teguran agar pejabat SKPD dan Bupati bekerja dengar benar dan tidak menghambur-hamburkan uang rakyat yang dikumpulkan dari koin receh. “Jika aksi warga tidak direspon dengan perbaikan jalan, maka tanggal 3 Juni nanti. Ribuan warga akan menduduki kantor Bupati Batang, hingga ada niat baik untuk pebaikan jalan,” ancamnya.

Sekda Nasikhin yang menerima uang koin tersebut menjelaskan bahwa Pemkab Batang dalam tahun 2015 ini, telah mengalokasikan dana sebesar Rp 70 miliar untuk perbaikan jalan rusak. Saat ini, SKPD yang menangani perbaikan jalan baru pada tahap proses lelang. “Rp 70 miliar dari APBD dan Rp 15 miliar dari bantuan dari Gubernur Jateng. Dana itu, khusus untuk perbaikan jalan. Saat ini baru pada tahapan lelang,” tandas Nasikhin.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Batang, Imam Teguh Raharjo, menegaskan bahwa pihak DPRD menjamin pada tahun 2015, jalan rusak yang dituntut oleh warga akan segera diperbaiki. Menurutnya lambannya kinerja SKPD dalam pengajuan dokumen proses lelang, telah menyebabkan tertundanya pekerjaan perbaikan jalan.

“Saya jamin, perbaikan jalan rusak yang saudara tuntut saat ini, akan diperbaiki pada tahun 2015 ini. Saya minta untuk bersabar. Tapi jika jalan rusak tersebut belum juga diperbaiki, silahkan melakukan demo unjuk rasa ke kantor DPRD Batang lagi,” kata Teguh. (thd/ida)