Toleransi Pedagang hingga 15 Mei

78
MASIH  BERTAHAN: Dinas Pasar Kota Semarang meminta para pedagang Pasar Peterongan menempati lapak sementara secepatnya. Sebab, reviltalisasi segera dimulai. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
MASIH BERTAHAN: Dinas Pasar Kota Semarang meminta para pedagang Pasar Peterongan menempati lapak sementara secepatnya. Sebab, reviltalisasi segera dimulai. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

PETERONGAN – Pemkot Semarang meminta pedagang Pasar Peterongan mengosongkan bangunan utama pasar, pertengahan bulan Mei ini. Sebab, bangunan lama akan dibongkar dan revitalisasi segera dimulai.

Kabid Pengaturan dan Ketertiban Dinas Pasar Kota Semarang, Bachtiar Effendi menyatakan, pada pertengahan Mei ini akan dilakukan pengosongan bangunan dalam Pasar Peterongan. ”Pedagang yang berjualan di depan juga kami minta segera mengosongkan tempatnya,” ujar Bachtiar usai sosialisasi di ruang Pasar Peterongan, Rabu, (6/5) kemarin.

Seharusnya, lanjut Bachtiar, pengosongan tempat mulai dilakukan pada hari Rabu kemarin, namun pihaknya masih memberikan toleransi kepada pedagang untuk melakukan persiapan. ”Kami beri batas waktu pengosongan tempat hingga 15 Mei mendatang,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko memastikan pembangunan Pasar Peterongan tetap akan dikerjakan sebelum Lebaran. Menurutnya, rencana tersebut sudah sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. ”Itu sudah sesuai jadwal dan tidak mungkin bisa ditunda. Kalau dikerjakan setelah Lebaran nantinya bakal molor,” tegasnya.

Ditambahkan, proyek pembangunan Pasar Peterongan memakan waktu 7 bulan dan diperkirakan akan selesai pada Desember 2015. Sekarang ini, anggaran proyek pembangunan sudah masuk ke dalam lelang ULP. ”Setelah semua pedagang pindah ke tempat penampungan, bangunan utama langsung dirobohkan. Kita mengejar waktu supaya tidak molor. Karena Mei ini penghapusan aset Pasar Peterongan harus dilakukan,” tegasnya. (mha/zal/ce1)