Pembunuh Masrifah Ditembak

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

SAKIT HATI: Tersangka Rohedi dipapah dua petugas Reskrim Polrestabes Semarang kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAKIT HATI: Tersangka Rohedi dipapah dua petugas Reskrim Polrestabes Semarang kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KORBAN TERBOYO-ADITWEB

BARUSARI – Hanya dalam waktu 12 jam, pelaku pembunuhan terhadap Siti Masrifah, 28, warga Wonorejo Pasir, Timbul Sloko, Sayung, Demak berhasil diungkap. Tersangka tak lain adalah kekasih korban, yakni Rohedi, 33, warga Tangerang, Banten. Pria yang sudah menjalin asmara dengan korban selama 2 tahun tersebut ditangkap Selasa (5/5) sekitar pukul 17.00. Rohedi dibekuk di rumah orang tuanya, Jalan Jalan KH Agus Salim Gang Melati 3, Tanah Tinggi, Tangerang, oleh aparat Satuan Reskrim yang dipimpin Wakasat Reskrim Kompol Sukiyono.

Dalam penangkapan tersebut, polisi terpaksa melumpuhkan tersangka dengan tembakan. Timah panas bersarang tepat di kaki kanan Rohedi. Hal itu dilakukan lantaran Rohedi berusaha kabur saat hendak ditangkap.

Tersangka Rohedi mengaku sebelumnya ia dan korban bekerja di tempat yang sama. Korban bekerja sebagai mandor, sedangkan Rohedi sebagai operator tabung. Keduanya berpacaran selama dua tahun terakhir. Tapi di tahun kedua, jalinan asmara tersebut terputus. Hal itulah yang membuat tersangka nekat membunuh korban di semak-semak tempat pembuangan sampah di Kawasan Industri Terboyo Megah, Genuk.

”Sudah dua tahun pacaran, tapi harus berakhir. Dia minta putus karena disuruh keluarganya mencari laki-laki lain. Padahal saya sedang urus perceraian dengan istri lama saya,” ujar Rohedi saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Rabu (6/5).

Selanjutnya pada Senin (4/5) sekitar pukul 17.00, Rohedi yang sudah beristri dan memiliki satu anak, mengajak bertemu korban di sebuah gudang dekat lokasi kejadian. Keduanya datang sendiri-sendiri ke gudang tersebut. Setelah bertemu, keduanya terlibat adu mulut. Di tengah perseteruan itu, korban diajak oleh Rohedi ke semak-semak.

Sesampainya di semak-semak, amarah Rohedi memuncak. Ia langsung mencekik leher korban. Tapi korban tidak tinggal diam dan melakukan perlawanan.

”Dia (korban) melawan, melempar batu ke wajah saya. Terus saya pukul pakai helm miliknya, sampai helm itu pecah. Lalu saya jerat lehernya pakai tali tas dan mulut saya sumpal kain jilbab yang dipakainya,” terangnya terkait aksi keji tersebut.

Begitu korban tak berdaya, Rohedi ternyata tak langsung pergi. Ia berusaha melampiaskan nafsu bejatnya terhadap korban. Bahkan Rohedi sudah melucuti celana legging korban hingga di atas lutut. Namun aksi tersebut urung dilakukan lantaran Rohedi teringat ia harus pulang ke Tangerang malam itu juga. Pasalnya, sebelum melancarkan aksinya, Rohedi sudah telanjur membeli tiket bus PO Haryanto jurusan Semarang-Tangerang.

”Ada niat untuk itu (menyetubuhi, Red), tapi saya harus pulang ke Tangerang pukul 19.00. Sudah beli tiket jauh sebelum membunuh,” terangnya.

Rohedi kemudian bergegas meninggalkan lokasi. Tapi ia juga membawa barang-barang milik korban berupa handphone, KTP, uang Rp 150 ribu, dan pas foto korban. Tapi ia tidak membawa perhiasan dan motor korban. Hal itu dilakukannya untuk menghilangkan identitas korban.

Keesokan harinya, Selasa (5/5) sekitar pukul 05.30, mayat korban ditemukan oleh seorang pencari kepiting, Karyadi. Polisi yang mendengar laporan warga, segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi. Tidak butuh waktu lama, identitas tersangka berhasil dikantongi. Hingga akhirnya tersangka berhasil ditangkap aparat reskrim yang dipimpin Wakasat Reskrim Kompol Sukiyono pada Selasa sore pukul 17.00 di Tangerang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengatakan, tersangka pernah bekerja satu pabrik dengan korban. Tapi kemudian dikeluarkan lantaran ketahuan menyembunyikan handphone milik korban. Sebab, di pabrik itu ada peraturan tegas terkait pencurian, sekecil apa pun.

”Tersangka sudah memadu kasih dengan korban 2 tahun selama bekerja bersama itu. Untuk motifnya masalah asmara, tapi masih kami kembangkan lagi, soalnya tersangka pernah kepergok menyembunyikan handphone korban,” katanya didampingi Kasat Reskrim AKBP Sugiarto.

Burhanudin menegaskan, dalam perkara tersebut tersangka dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. ”Kami masih dalami apakah aksi tersebut direncanakan, kalau iya bisa dijerat pasal 340 KUHP,” tegasnya.

Terkait penyebab kematian korban, Burhanudin menyatakan korban meninggal lantaran kehabisan napas. Hal itu terjadi lantaran cekikan di leher dan mulut yang disumbat kain.

AKBP Sugiarto menambahkan, di mata keluarga, korban merupakan wanita baik-baik, yang setiap pulang kerja mengajar mengaji di masjid dekat rumahnya di Desa Wonorejo Pasir, Sayung, Demak. ”Dari keterangan keluarganya, setiap pulang kerja sehabis magrib, korban mengajar mengaji,” ujar Sugiarto.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang buruh pabrik plastik, Siti Masrifah, 28, warga Wonorejo Pasir, Timbul Sloko, Sayung, Demak, ditemukan tewas mengenaskan di Kawasan Industri Terboyo Megah, Genuk, Semarang, Selasa (5/5) sekitar pukul 05.30. Tubuh wanita yang kesehariannya bekerja sebagai mandor pabrik itu dibuang di semak-semak area pembuangan sampah tak jauh dari tempat kerjanya.

Diduga, Masrifah diperkosa terlebih dahulu sebelum dibunuh dengan cara leher dijerat menggunakan tali tas. Sebab, jasad korban ditemukan luka jerat di bagian leher. Selain itu, celana legging warna krem yang dikenakan korban dalam kondisi melorot hingga lutut. Sedangkan di mulut korban disumpal menggunakan kain. (hid/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -