Mantan DPRD Surakarta Divonis 13 Bulan Penjara

111

MANYARAN – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang menjatuhkan vonis 1 tahun 1 bulan penjara terhadap terdakwa Hery Jumadi, selaku Ketua Orkes Keroncong (OK) Gita Mahkota yang juga anggota DPRD Surakarta 2009-2014, Rabu (6/5). Atas kasus dugaan korupsi dana hibah APBD Surakarta tahun 2013.

Majelis hakim yang diketuai, Antonius Widijantono juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan. ”Majelis berpendapat terdakwa juga telah menyalahgunakan kewenangannya dan merugikan negara sebesar Rp 100 juta. Mengadili. Menjatuhkan pidana 1 tahun 1 bulan dan denda Rp 50 juta,”’ kata hakim Antonius dalam amar putusannya.

Majelis menilai perbuatan terdakwa telah menyimpang dari ketentuan pengelolaan dana hibah. Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. ”Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa bertentangan dengan upaya pemerintah memberantas korupsi. Sementara yang meringankan terdakwa sudah menitipkan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 100 juta,” kata hakim anggota Robert Pasaribu.

Seperti diketahui, Hery Jumadi diketahui telah menggunakan dana hibah Pemkot Surakarta yang ditransfer melalui Bank BPD Jateng Cabang Surakarta. Pada 30 Desember 2013 terdakwa mengambil dana hibah sebesar Rp 100 juta itu dengan cara meminjam KTP bendahara yang saat itu dalam kondisi sakit dan meminta tanda tangan kuasa sebagai syarat pengambilan dana.

Penggunaan dana itu ditujukan untuk berbagai keperluan di antaranya untuk biaya latihan dan pentas OK Gita Mahkota, honor penari dan pelatih, pembelian sound system serta pembayaran pajak.

Dari penggunaan dana tersebut terjadi manipulasi dan banyak data yang direkayasa laporan pertanggungjawabannya serta diduga dipakai untuk kepentingan pribadi. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. (bj/zal/ce1)