Klaim Mutasi tanpa Sogok-Menyogok

156
BESAR-BESARAN: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengambil sumpah jabatan dan memberikan selamat kepada pejabat yang mendapatkan promosi. (BIRO HUMAS SETDA JATENG for Jawa Pos Radar Semarang)
BESAR-BESARAN: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengambil sumpah jabatan dan memberikan selamat kepada pejabat yang mendapatkan promosi. (BIRO HUMAS SETDA JATENG for Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Sebanyak 536 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, Rabu (6/5) dimutasi. Mereka terdiri atas satu pejabat eselon III atau administrator dan 535 pejabat eselon IV atau pengawas. Upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan dilakukan di Merapi Grand Ballroom, kawasan Pusat Rekreasi Promosi Pembangunan (PRPP), Semarang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sri Puryono dalam laporannya menerangkan bahwa mutasi besar-besaran bagi pejabat Pemprov Jateng ini bertujuan untuk kepentingan tugas dan penyegaran guna percepatan realisasi program kerja pemprov. ”Tidak ada (tujuan) yang lain. Karena Pak Gubernur dan Wakil Gubernur memiliki program yang sangat besar yang harus segera dilaksanakan. Misalnya infrastruktur, pertanian, UMKM, dan perikanan,” bebernya.

Sri menambahkan, rotasi ini bakal berlanjut pada Agustus mendatang. Menurutnya, masih banyak jabatan-jabatan yang kosong yang kini dijabat oleh pelaksana tugas (Plt). Hal ini dikarenakan belum ditemukan orang yang memiliki kriteria khusus untuk mendudukinya. ”Yang dilantik hari ini adalah yang dinyatakan lulus pada seleksi dan tes awal. Istilahnya sekarang adalah fit and proper test,” imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai mengambil sumpah jabatan menegaskan bahwa promosi dan mutasi pegawai ini bebas dari perkara uang. Pasalnya, ia sendiri mengaku ikut mengawasi prosesnya dari awal hingga akhir. ”Jika ada yang melakukan ketahuan menyogok atau menerima sogokan, akan saya pecat,” katanya.

Hal itu diungkapkan Ganjar karena sebelumnya mendapat laporan soal adanya praktik kolusi tersebut. Menurutnya, ia telah beberapa kali menerima sejumlah pesan singkat yang menyatakan bahwa ada pegawai yang menyogok pejabat di atasnya untuk mendapatkan promosi. ”Sayangnya ketika ditindaklanjuti, para pelapor itu tidak mau mengakui identitasnya dan menjelaskan data lengkap si penyogok,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, ia meminta jika benar-benar mengetahui adanya praktik tersebut untuk segera melaporkan kepada dirinya. Ia mengungkapkan baru-baru ini telah memecat empat pegawai Sistem Informasi Manunggal Satu Atap (Samsat) lantaran terbukti melakukan pungutan liar.

”Nama pelapor saya lindungi, beres. Tapi laporannya harus bertanggung jawab disertai identitas jelas dan data masalah yang jelas. Tanpa itu, berarti tidak gentle dan asal tuding saja,” tandas mantan anggota DPR RI itu.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga meminta seluruh PNS yang dilantik untuk bekerja dengan profesional dalam mengabdi dan melayani masyarakat dengan ikhlas. ”Beberapa hari yang lalu kami menerima penghargaan Satyal Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha itu juga berkat panjenengan. Terima kasih atas koalisi ke dalamnya,” pungkasnya. (fai/ric/ce1)