PANEN RAYA: Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko dan Bupati Kendal Widya Kandi Susanti saat panen raya kedelai di Desa Kaliyoso, Kangkung, Kendal, Selasa (5/5) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN RAYA: Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko dan Bupati Kendal Widya Kandi Susanti saat panen raya kedelai di Desa Kaliyoso, Kangkung, Kendal, Selasa (5/5) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN RAYA: Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko dan Bupati Kendal Widya Kandi Susanti saat panen raya kedelai di Desa Kaliyoso, Kangkung, Kendal, Selasa (5/5) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL- Pemkab Kendal bertekad meningkatkan produksi panen padi, jagung, dan kedelai (pajale) seperti yang tengah digencarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bupati Kendal Widya Kandi Susanti akan mendukung petani dengan mencukupi kebutuhan pupuk, menjaga sbatibilitas harga panen, serta mencukupi infrastruktur pertanian.

“Kami sudah instruksikan kepada semua jajaran di pemerintahan, khususnya Dinas Pertanian untuk mengawal hasil produksi pajale. Yakni, dengan gerakan turun ke bawah (turba) untuk mengetahui keluhan dan kebutuhan para petani,” ujar Widya Kandi Susanti di sela panen raya kedelai di Desa Kaliyoso, Kecamatan Kangkung, Selasa (5/5).

Menurut Widya, dalam membangun ketahanan pangan, yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan memberikan semangat petani menanam pajale. Pemerintah, kata dia, akan memberikan jaminan harga tinggi kepada para petani terhadap panen pajale yang dihasilkan.

“Semua hasil petani harus dibeli dengan harga tinggi, sehingga gerakan ini sekaligus bisa meningkatkan taraf hidup para petani. Selama ini yang dikeluhkan petani adalah harga hasil pertanian merosot saat musim panen tiba. Inilah yang merugikan petani,” tandasnya.

Cara yang paling mudah, menurut Widya, pemerintah membeli hasil panen melalui Bulog dengan standar Harga Pokok Penjualan (HPP). Namun petani juga diharapkan memperhatikan kadar air untuk menjaga kualitas kedelai.

Menurut bupati, kedelai bisa menjadi alternatif tanaman tembakau yang pada musim kali ini kurang baik. Selain itu, kedelai bisa menjadi salah satu bahan untuk diversifikasi pangan. Kabupaten Kendal, menurut Widya, bertekad pada 2015 ini menjadi awal kerja keras para penyuluh pertanian dan tahun kebangkitan kembali para penyuluh pertanian. Sehingga para penyuluh pertanian nantinya akan mampu memberikan inspirasi dan memotivasi petani dalam rangka menyukseskan target utama pembangunan pertanian yang bermanfaat untuk mewujudkan kesejahteraan petani.

“Pembangunan irigasi sebanyak 30 titik dari pemerintah pusat, akan mendapatkan bantuan 25 titik lagi, sehingga bisa membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian di Kabupaten Kendal,” tandasnya.

Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko, mengatakan, jika produksi kedelai nasional baru mencapai 30 persen atau sekitar 950 ribu ton dari total kebutuhan 2 juta ton per tahun. Untuk memenuhi kekurangan tersebut, kata dia, pemerintah harus mengimpor sekitar 70 persen dari total kebutuhan kedelai.

“Produksi kedelai nasional masih jauh dari angka kebutuhan. Kondisi tersebut diharapkan mampu memacu petani kedelai di Indonesia terus meningkatkan kuantitas maupun kualitas kedelai,” tuturnya.

Jika dimungkinkan jumlah impor kurang dari 70 persen, misalnya 60 persen, menurutnya, hal tersebut bisa mengurangi jumlah kebutuhan ketahanan pangan. “10 persen lainnya menjadi motivasi petani untuk menanam kedelai,” ujar Heru.

Dia menambahkan, pemenuhan kebutuhan kedelai nasional memang tidak dapat ditargetkan, namun harus dilakukan dengan metode secara bertahap. “Memang harus pelan-pelan, tidak bisa langsung memenuhi kekurangan itu tanpa impor. Maka, kami berharap petani juga harus terus terpacu untuk menanam kedelai. Kalau kebutuhan kedelai dapat terpenuhi dari hasil panen sendiri, imbasnya juga harga menjadi stabil dan baik,” katanya.

Di Jateng, kata dia, hasil panen jagung dan kedelai pada 2013 sebanyak 99 ribu ton. Sedangkan pada 2014 naik menjadi 125 ribu ton. “Di tahun 2015 ini Dinas Pertanian terus mengupayakan pemanfaatkan lahan Perhutani dan perkebunan untuk ditanam kedelai,” harapnya. (bud/aro)