KAJEN-Tiga dari tujuh orang peserta lelang jabatan Sekda, dinyatakan lolos dalam seleksi pemilihan Sekda Kabupaten Pekalongan. Namun Bupati Pekalongan Amat Antono yang sudah menerima amplop dari Panitia Seleksi (Pansel) yang berisi ketiga nama tersebut, masih memilih merahasiakannya.

Sedangkan tujuh calon yang mengikuti rentetan seleksi adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pekalongan, Ir Bambang Irianto M.Si; Kepala PSDA dan ESDM, Ir Bambang Pramukanto MS.i; Asisten Sekda, Dra Mukaromah Syakoer MM; Asisten Sekda, Hari Suminto, SH MH; Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Muhammad Afib, S.Sos; Kepada Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Sutanto Setiabudi M.Kes; dan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Drs Yoyon Ustar Hidayat M.Si.

Menurut Bupati Antono, ke tujuh peserta telah mengikuti seluruh tahapan yang dijadwalkan oleh Panitia Seleksi Sekda. Mulai dari seleksi administrasi, kompetensi bidang, managerial. Kemudian makalah, gagasan tertulis dan wawancara. “Sekarang sudah ada tiga orang yang lolos. Tapi nama-namanya masih rahasia. Amplop masih tertutup, itu hasil seleksi dari Pansel, belum dibuka,” kata dia, Selasa (5/5) kemarin.

Meski direncanakan sudah bisa dilakukan pelantikan pada Mei 2015, kata Bupati Antono, hasil seleksi tersebut masih harus dikonsultasikan kepada Gubernur Jateng. “Sesuai aturan, bupati memang diberi kewenangan untuk pendalaman dengan melakukan wawancara langsung. Setelah itu, baru diumumkan,” jelasnya.

Ketua Tim Pansel Sekda, Suryani mengatakan bahwa penilaian yang dilakukan sangat objektif. Setelah berbagai proses, pihaknya menentukan tiga nama. “Finalnya ada di tangan bupati setelah proses konsultasi dengan Gubernur Jateng,” jelasnya.

Rentetan seleksi itu dimulai dengan adanya pendaftaran yang dibuka pada 12 Maret hingga 1 April 2015. Tujuh calon, dari hasil seleksi administrasi yang dilaksanakan pada 2-4 April, semua dinyatakan lolos.

Setelah menjalani seleksi administrasi, para calon kemudian menapaki tahapan uji gagasan tertulis yang dilaksanakan 13 April lalu. Dalam rentang waktu tanggal 8-14 April, telah dibuka kesempatan masyarakat untuk merespon terkait rekam jejak tujuh calon tersebut. Setelah itu, dilakukan wawancara pada 17 April sebelum tes kompetensi pada 22-23 April. “Meski sudah dibuka untuk respon masyarakat, namun sampai sekarang belum ada yang masuk. Namun kami tetap melakukan penelusuran secara tertutup,” imbuh Suryani.

Dalam proses pemilihan Sekda tersebut, sempat bermunculan adanya dugaan skenario. Hal itu mencuat dari kesan sepinya peminat pemilihan Sekda. Sebab, dengan sistem terbuka untuk umum se-Jateng, perebutan jabatan potensial tersebut hanya diikuti oleh tujuh orang. Padahal, dari lingkungan Pemkab Pekalongan sendiri terdapat 27 orang pegawai yang bisa mencalonkan diri. “Itu (skenario pemilihan Sekda, red), tidak mungkin terjadi,” kata Suryani beberapa waktu lalu.

Dikatakan dia, sepinya peminat pencalonan pejabat pimpinan tinggi pratama (Sekda) secara terbuka 2015 tersebut, disebabkan banyaknya pejabat di lingkungan Pemkab Pekalongan yang terkendala usia. “Para pejabat di wilayah Pekalongan memang banyak, tapi hampir memasuki masa pensiun, usia pejabatnya sudah hampir habis. Jadi mungkin mereka tahu diri atau entah karena apa yang daftar tujuh orang,” ungkapnya. (hil/ida)