Pungli di Samsat, 4 PNS Dipecat

141

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku telah memberhentikan secara tidak hormat empat orang pegawai negeri sipil (PNS) di jajarannya yang terbukti melakukan pungutan liar (pungli). Empat orang tersebut dipecat setelah dirinya mendapat laporan dari masyarakat.

“Setelah mendapat laporan dari warga, besok paginya langsung saya pecat. Mereka bekerja di Samsat (Sistem Informasi Manunggal Satu Atap). Tapi saya tidak bisa sebut namanya. Biarlah itu jadi rahasia saya,” ungkapnya usai menghadiri diskusi yang digelar di Kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Selasa (5/5).

Ganjar menceritakan, laporan tersebut dikirim warga melalui perangkat sosial media. Yang bersangkutan mengunggah foto oknum pegawai yang melakukan pungli. Kemudian dari laporan itu ditindaklanjuti. Menurutnya, pemberhentian secara tidak hormat itu layak diberikan. Sebab sebelumnya mereka telah mendapatkan kesejahteraan pegawai melalui kenaikan gaji dan pemberian insentif.

“Pada saat sosialiasi, sudah saya sampaikan. Jangan coba-coba lakukan pungli. Kalau baik akan dapat penghargaan, tapi kalau tidak baik akan saya gorok. Dan mereka menyatakan sanggup,” terang mantan anggota DPR RI itu.

Ganjar menambahkan, pihaknya akan menindak tegas oknum yang melakukan pungli. Terlebih setelah dirinya dianggap melakukan pencitraan ketika diketahui marah-marah menemukan praktik di Jembatan Timbang Kabupaten Batang beberapa waktu lalu. Menurutnya, itu adalah murni inspeksi mendadak dan tidak ada niatan untuk melakukan pencitraan diri.

“Saya selalu mengharapkan partisipasi masyarakat untuk bersama membangun Jawa Tengah. Jika ada yang kurang pas dapat langsung lapor kepada saya melalui kanal-kanal yang tersedia. Seperti Lapor Gub di laman jatengprov.go.id, SMS Center di 08112920200, serta akun twitter @ganjarpranowo,” pungkasnya. (fai/ric)