Pemprov Siapkan 26 Calon Pejabat Sementara

92
PERTANYAKAN PJS : Sekda Jateng Sri Puryono saat memberikan paparan dalam rapat kerja dengan Komisi A dan Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, kemarin. (Ahmad faishol/jawa pos radar semarang)
PERTANYAKAN PJS : Sekda Jateng Sri Puryono saat memberikan paparan dalam rapat kerja dengan Komisi A dan Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, kemarin. (Ahmad faishol/jawa pos radar semarang)

SEMARANG – DPRD Jateng mendesak Pemprov cepat menyiapkan 16 pejabat sementara (Pjs) Kepala Daerah yang benar-benar netral dan mampu mengemban tugas dengan amanah. Sebab, 16 Bupati/Wali Kota yang ada, masa akhir jabatan (MAJ) nya sudah mulai habis pertengahan tahun ini. Kota Semarang misalnya, masa jabatan kepala daerah akan habis 19 Juli mendatang.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Ferry Wawan Cahyono mengatakan, Pjs harus segera ditentukan, agar ketika AMJ habis langsung ada pengisinya. Ia meminta agar Pjs Kepala Daerah tidak sebatas Pjs. “Harus transparan dan bisa ikut mensukseskan pilkada. Dan yang penting tidak menganggu program di daerah,” katanya saat koordinasi dengan KPU Jateng, Bawaslu Jateng, Sekda dan Komisi A DPRD Jateng, kemarin.

Politisi Golkar ini menambahkan, persoalan Pjs ini sangat sensitif, karena bakal berlangsung Pilkada di daerah tersebut. Untuk itu, Pjs harus benar-benar mengetahui tugasnya dan memahami tentang pemerintahan. “Jangan sampai Pjs nanti terinvensi salah satu calon, harus netral,” tambahnya.

Sekda Jateng, Sri Puryono mengatakan, saat ini Pemprov sudah menyiapkan 26 PNS untuk Pjs di 21 daerah. Gubernur Jateng nanti bakal memilih tiga calon Pjs untuk diberikan kepada Kemendagri. Dan sisanya nanti diambilkan dari PNS di daerah masing-masing. “Untuk pemilihan Pjs kewenangan Gubernur Jateng, tapi nanti yang menentukan Kemendagri,” katanya.

Ia menambahkan, PNS yang bakal jadi Pjs merupakan eselon IV/B. Selain itu, PNS juga harus memiliki kapasitas dan kapabilitas di bidang pemerintahan. Pihaknya menegaskan, Pjs benar-benar harus netral dan tidak boleh memihak salah satu calon dalam pelaksaan pilkada. “Tapi kalau nanti sampai batas AMJ sudah habis, tapi belum ada Pjs maka Sekda yang bakal mengisi sementara. Kami sudah menyiapkan siapa yang bakal menjadi Pjs,” tambahnya. (fth/ric)