ALTERNATIF: Agar pemain mempunyai pendapatan serta hasil latihan keras selama ini tak sia-sia, manajemen PSIS berencana membuat mini turnamen dengan melibatkan tim-tim divisi utama lain. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
ALTERNATIF: Agar pemain mempunyai pendapatan serta hasil latihan keras selama ini tak sia-sia, manajemen PSIS berencana membuat mini turnamen dengan melibatkan tim-tim divisi utama lain. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Mandeknya kompetisi yang berbuntut pada berhentinya persiapan tim-tim peserta termasuk PSIS cukup membuat kelimpungan aspek-aspek terkait baik pemain, pelatih, ofisial maupun manajemen tim. Tak ingin tinggal diam, tim Mahesa Jenar mulai mematangkan berbagai rencana di masa vakum ini agar Fauzan Fajri dkk bisa tetap eksis. Salah satunya mematangkan konsep mini turnamen yang pernah mereka gagas beberapa waktu lalu.

CEO PT Mahesa Jenar Semarang Alamsyah Satyanegara Sukawijaya atau Yoyok Sukawi mengatakan, hal pertama yang akan dilakukan oleh PSIS adalah meminta persetujuan dalam pertemuan klub-klub Divisi Utama dengan PT Liga Indonesia (LI), di Jakarta Kamis (5/5) besok. Persetujuan dengan federasi dan PT Liga Indonesia itu menurut Yoyok penting untuk mendapatkan kepastian apakah klub-klub boleh menggelar mini turnamen atau tidak. Pasalnya, meski mandiri, tetap akan menggunakan perangkat pertandingan, seperti wasit dan PP.

Klub yang akan bertanding juga butuh izin keramaian dari kepolisian di masing-masing daerah. Padahal, hingga saat ini belum ada kejelasan apakah Kapolri sudah memberikan instruksi ke jajaran di bawahnya, untuk mengizinkan sebuah pertandingan uji coba atau mini turnamen. ”Mumpung klub-klub Divisi Utama bertemu, kami akan sampaikan rencana itu. Bila mendapatkan izin, kami akan langsung mempersiapkan dan menggelarnya. Hingga saat ini, sudah banyak tim yang menghubungi untuk ikut ambil bagian,” katanya.

Prinsipnya Yoyok mengatakan, PSIS tidak memihak PSSI ataupun Kemenpora. Mini turnamen tersebut bertujuan untuk memberikan pemasukan kepada Fauzan Fajri dkk. Bagaimanapun juga, mereka punya keluarga dan menggantungkan hidup dari sepak bola.

Selain menggelar mini turnamen, PSIS juga punya agenda penting pada bulan ini. Tepatnya pada Senin, 18 Mei 2015, tim kebanggaan warga Kota Semarang memasuki usia ke-83. Dengan melibatkan suporter dan masyarakat Semarang, PSIS akan menggelar hajatan kecil.

Manajer Tim PSIS Adi Saputro menuturkan, salah satu agenda yang akan dilakukan, yakni menggelar laga amal melawan kelompok suporter Semarang. Nantinya pemasukan dari sektor tiket akan didonasikan kepada para pemain tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar. ”Ini menjadi inisiatif teman-teman suporter dan akan segera kami tindaklanjuti. Kami akan undang para pemain untuk dapat hadir dalam laga amal tersebut. Kami juga tengah menggodok berbagai agenda lain yang juga dilakukan pada hari tersebut,” ujar Adi Saputro. (bas/smu)