Lima Kawanan Begal Dibekuk

99
GELAR PERKARA: Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fernando Andriansyah mengintrogasi empat kawanan begal di halaman Polres Kendal, kemarin. BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fernando Andriansyah mengintrogasi empat kawanan begal di halaman Polres Kendal, kemarin. BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fernando Andriansyah mengintrogasi empat kawanan begal di halaman Polres Kendal, kemarin. BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Lima pelaku begal yang kerap meresahkan masyarakat berhasil dibekuk Unit Reskrim Polres Kendal. Mereka terdiri satu orang pelaku, dua penadah dan dua lainnya makelar. Pelaku eksekutor begal adalah Rokhmat, 21. Sedangkan dua pelaku yang berperan sebagai penadah yakni Jumadi dan Ardiansyah. Dua pelaku lainnya Suwarto dan Rofiq yang merupakan makelar.

Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fernando Andriansyah mengatakan, komplotan ini terakhir beraksi dengan korbannya JL, 16, warga Brangsong yang mengendarai motor Honda Vario. Saat melintas di jalan sepi antar desa, JL yang melintas sendiri dirampok. “Pelaku yang berjalan dari arah belakang mendorong korban hingga terjatuh lalu membekap korban,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, setelah korban pingsan, pelaku membawa kabur motornya dan diberikan kepada Suwarto. Rokhmat meminta Suwarto untuk menjualkan motor tersebut kepada penadah. Motor tersebut dibeli oleh Jumadi dengan harga Rp 1,1 juta. Oleh Jumadi, motor tersebut dijual kembali lewat perantara Rofiq untuk dijual kepada masyarakat dengan harga Rp 3 juta kepada Ardiansyah. “Dua pelaku mendapatkan keuntungan Rp 1,9 juta,” tambahnya.

Empat pelaku, penyidik Polres Kendal menjerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman pidananya maksimal 10 tahun penjara.

Sementara Rokhmat mengaku membegal korban yang tidak lain adalah tetangganya sendiri. Perbuatan nekat itu ia lakukan lantaran sedang terdesak membutuhkan uang. “Saya butuh uang untuk ansuran motor dan biaya adik saya yang sedang sakit,” akunya.

Ia mengaku baru kali pertama melakukan begal. Selain membawa kabur motor, ia juga membawa kabur smart ponsel jenis Ipad milik korban. “Isi di jok sepeda motor saya buang bersama dengan plat nomornya. Saya tidak tahu kalau ada sertifikat tanah dalam surat tersebut,”tambahnya.

Kapolres Kendal, AKBP Widi Atmoko menambahkan, masyarakat agar berhati-hati apabila bertransaksi jual beli barang. “Harus dipastikan asal usul barang dan surat-surat kelengkapan barang. Jangan sampai, barang tidak legal dibeli,” tambahnya. (bud/fth)