Karyawan RSI Lestarikan Amalan Nahdliyyin

144
ANTUSIAS: Seorang karyawan RSI NU Demak sedang ikut lomba menghafal tahlil didepan dewan juri yang dipimpin Ketua Syuriah PCNU Demak, KH Alawai Masudi, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTUSIAS: Seorang karyawan RSI NU Demak sedang ikut lomba menghafal tahlil didepan dewan juri yang dipimpin Ketua Syuriah PCNU Demak, KH Alawai Masudi, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Suasa berbeda terlihat di RSI NU Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, kemarin. Puluhan karyawan, baik laki-laki maupun perempuan tampak antre di aula untuk ikut lomba baca tahlil, hafalan surat Yasin dan surat-surat pendek beserta maknanya. Ya, mereka wajib ikut lomba karena hafal tahlil dan surat Yasin menjadi salah satu amalan kaum Nahdliyyin yang harus tetap dilestarikan.

Direktur RSI NU, dr H Abdul Aziz mengatakan, tahlil dan yasin selama ini menjadi ciri khas NU. Karena itu, sebagai karyawan kesehatan di RSI NU, maka mereka juga harus mampu membaca tahlil dan surat Yasin beserta maknanya tersebut. “Kalau tidak dilombakan seperti ini, nanti banyak yang lupa amalan itu,”katanya didampingi Humas RSI NU Siti Khoirul Umiyati.

Ia menambahkan, dengan hafal tahli dan Yasin itu, maka petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan kerohanian pada pasien yang sedang sakit. “Yang jelas, ini sekaligus mengimplementasikan dan melestarikan amalan Nahdliyyin. Mereka harus memahami makna kalimat Toyyibah,” imbuhnya.

Selan itu, dalam rangkaian peringatan bulan Rajab atau Isro’ Mi’roj, RSI NU juga menggelar lomba cerdas cermat dengan berbagai macam materi. Diantaranya, materi soal akreditasi rumah sakit, BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan, pengetahuan kesehatan dan materi ahlussunnah wal jamaah (Aswaja). Tak hanya itu, panitia juga mengadakan lomba gerak dan lagu cuci tangan, memasak nasi goreng dan menangkap ikan belut. Ada pula lomba caping dan kelereng. Rangkaian berikutnya, adalah pengobatan gratis dan khitan gratis di Dukuh Semengko, Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen serta pengajian akbar. Humas RSI NU, Siti Khoirul Umiyati menambahkan, lomba diikuti seluruh karyawan. Ada sekitar 220 karyawan dibagi dalam 20 pos. “Semua ikut lomba,”katanya.

Dalam lomba tahlil dan tersebut sebagai dewan juri adalah Ketua Rois Syuriah PCNU Demak, KH Alawi Masudi. Sedangkan, lomba cerdas cermat dewan jurinya Ketua PCNU Demak, KH Musadad Syarif. KH Alawi Masudi mengatakan, lomba tahlil Yasin dan surat-surat pendek tersebut yang terpenting bukan dilihat dari musabaqah atau menang tidaknya, namun yang diperlukan adalah andil bersama atau kekompakan antar sesama karyawan RSI NU. “Jadi, kebersamaan itu yang terpenting,” tambahnya. (hib/fth)