Bertekad Hapus Stigma Jambret dan Penjahat Jalanan

95
KEGIATAN POSITIF : Anggota Klub RX King Raider Cobra Club Pekalongan saat mengikuti lomba yang dilaksanakan Polres Pekalongan beberapa waktu lalu. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEGIATAN POSITIF : Anggota Klub RX King Raider Cobra Club Pekalongan saat mengikuti lomba yang dilaksanakan Polres Pekalongan beberapa waktu lalu. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Cap negatif bagi klub motor sebagai penjahat sangat melekat di masyarakat. Namun klub motor RX King Raider Cobra Club Pekalongan ingin mengubahnya. Caranya?

LUTFI HANAFI, Pekalongan

PARA pengendara motor RX King, kerap dikenai stigma negatif oleh sebagian masyarakat. Motor keluaran Yamaha, dulu terkenal sangat bising dan lajunya kencang saat dikendarai di jalanan. Bahkan asapnya sangat menggangu pengendara kendaraan lain. Kondisi tersebut diperburuk oleh banyaknya tindak kriminalitas atau aksi kejahatan yang mengendarai RX King. Lengkap sudah, sebutan sebagai raja jalanan nan brutal.

Namun image negatif tersebut berusaha diubah oleh anggota Klub Motor RX King Raider Cobra Club Pekalongan. Bayangan pengendara yang gahar dan seram, telah berubah. Kini dengan hati dan jiwa yang lembut, menekankan aksi sosial yang lebih besar dibandingkan aksinya di jalanan.

Klub Motor RX King Raider Cobra Club Pekalongan, Lukman, mengatakan bahwa klubnya adalah suatu wadah bagi para pecinta moto RX-King yang berada di wilayah Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Batang dan sekitarnya.

“Kini anggota kami sebanyak 130 orang yang terdaftar resmi dalam organisasi. Organisasi ini resmi tercatat di RX King Club Indonesia yang langsung dinaungi oleh Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) serta dipantau langsung oleh Kepolisian Indonesia,” katanya.

Selama organisasinya berdiri, kata Lukman, aksi sosial lebih sering digelar dibanding touring ke berbagai tempat di Indonesia layaknya klub otomotif lainnya. “Kami memang lebih mengedepankan aksi sosial di masyarakat. Karena ini bentuk usaha kami dalam mengubah stigma negatif dari klub motor. Terlebih jenis motor yang kami pilih adalah RX King, yang dulu terkenal jadi raja jambret jalanan,” ucapnya.

Yusuf, sang bendahara menambahkan, bahwa klubnya rutin menggelar aneka aksi sosial. Seperti ikut bersih-bersih kali, pantau jalur pantura saat musim mudik bekerjasama dengan Polisi Lalulintas terkait, dan berbagai aksi sosial lainnya.

“Yang pasti, kegiatan rutin dan wajib adalah santunan anak yatim piatu setahun 2 kali. Dan setiap Ramadan, kami menggelar bagi takjil keliling Pekalongan dan sekitarnya. Selain itu, kami juga memberikan santuan kepada panti jompo,” ucap Yusuf.

Yang membuat anggota semakin cinta terhadap klub RX King, adalah rasa persaudaraan yang kuat antaranggota. Termasuk anggota klub dari luar kota, hubungan persaudaraannya terjalin kuat. Bahkan, setiap ada anggota klub RX King dari daerah lain lewat Pekalongan, selalu meminta izin pada sang empu daerah. Pihaknya juga mempersilahkan tamu untuk mampir di markas Pekalongan.

“Sering ada anggota klub dari luar kota mengalami masalah di jalan. Maka kami dengan sukarela akan membantunya. Bahkan kami rela saling memberikan spare part yang kami miliki,” ucapnya.

Pernah saat itu ada pengendara RX King lewat pantura Pekalongan, motornya rusak parah. Akhirnya anggota Cobra Pekalongan patungan spare part. Dari spion, ban, velk, knalpot sampai beberapa onderdil lain dipasang di motor yang bersangkutan. Hal tersebut bagi, sebagai wujud persaudaraan.

“Sebagai pecinta motor, kami tentu senang dengan touring. Kami agendakan rutin setiap waktu. Dari jarak dekat sampai jauh. Atau ikut dalam Jambore Nasional yan digelar rutin setiap tahun,” imbuh Lukman.
RX King Cobra Pekalongan juga sempat menjadi tuan rumah Jambore pada awal tahun 2014 kemarin. Bahkan berhasil mendatangkan 6000 rider RX King dari berbagai daerah di Indonesia. (*/ida)