Untung Wiyono Kembalikan Kerugian Rp 10,5 M

99
UANG KORUPSI : Terpidana, Untung Wiyono Kembalikan Uang Pengganti Kerugian Negara, Kejaksaan Tinggi Jateng, Hartadi Tunjukkan Bukti uang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
UANG KORUPSI : Terpidana, Untung Wiyono Kembalikan Uang Pengganti Kerugian Negara, Kejaksaan Tinggi Jateng, Hartadi Tunjukkan Bukti uang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
UANG KORUPSI : Terpidana, Untung Wiyono Kembalikan Uang Pengganti Kerugian Negara, Kejaksaan Tinggi Jateng, Hartadi Tunjukkan Bukti uang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

PLEBURAN- Mantan Bupati Kabupaten Sragen, Untung Wiyono, terpidana kasus korupsi kas daerah (kasda), telah mengembalikan uang pengganti kerugian negara sekitar Rp 10,5 miliar di Kejaksaan. Saat ini yang bersangkutan menghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Kedungpane Semarang.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Hartadi mengakui, Untung Wiyono telah membayar uang pengganti (UP) kerugiaan negara dalam perkara korupsi yang dilakukannya. “Terpidana atas nama Untung Wiyono Sukarno sudah membayar uang pengganti perkara korupsi sebesar R p10. 501.445.352,” kata Hartadi, Senin (4/5). Hartadi mengatakan, uang tersebut dibayarkan melalui rekening Bank Mandiri milik Kejaksaan Negeri Sragen.

Sementara itu, penasihat hukum Untung Wiyono, Dani Sriyanto membenarkan klienya telah membayar uang pengganti kerugian negara sekitar Rp10,5 miliar, sebagaimana amar putusan dalam perkara korupsi yang menimpa klienya.”Sebagai warga negara yang baik, Pak Untung dengan penuh kesadaran sudah membayar uang pengganti kerugian negara ke rekening kejaksaan,” katanya.

Dani menjelaskan, pembayaran ke rekening kejaksaan tersebut sebagaimana tersurat dalam amar putusan yang selanjutnya masuk ke kas negara. Sehingga, kejaksaan tidak perlu menyita harta benda milik Untung yang selanjutnya dilelang untuk membayar uang pengganti tersebut.”Selama ini, tidak ada harta Pak Untung yang disita oleh kejaksaan, sehingga tidak perlu dilakukan penyitaan,” ujarnya.

Menurut Dani, jika uang pengganti tersebut akan dikembalikan ke kasda Kabupaten Sragen, maka harus memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan terlebih dahulu. “Melalui pengembalian ini, kami berharap adanya pengurangan masa hukuman terhadap klienya,” sebutnya.

Sebelumnya, Untung Wiyono sempat mengkritik soal korupsi, ia menyebutkan selama ini banyak euforia yang terlalu berlebihan terhadap korupsi. Jika orang yang sudah dianggap terkena kasus, orang itu dinilainya harus dinyatakan bersalah. Itu, menurut Untung, hal yang selama ini terjadi, tanpa mengabaikan fakta yang ada.

Untung berpendapat, untuk penegakan hukum saat ini perlu dibangun crimonology system. Sistem itu penting untuk membangun bangsa, mendidik rakyat dengan baik, bukan menjerumuskan seorang dalam sistem yang koruptif. “Saya punya harta dan ngapain harus melakukan korupsi. Hukum di Indonesia itu euforia saja. Saya tidak pernah korupsi, saya punya uang. Di Sragen dulunya sebagai kabupaten termiskin 34 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Pertama, saya benahi Sumber Daya Manusianya. Berawal dari sana kemudian merambah ke wilayah lain, sehingga Pemasukan Asli Daerah (PAD) di tahun pertama Rp 2,5 miliar bisa menjadi 100 miliar rupiah,” ungkapnya (bj/zal)