MILIKI PASAR HEWAN : Pasar Hewan Kuripan yang berdiri di atas lahan seluas 1,7 hektare di atas tanah eks makam Tionghoa di Kuripan Lor, Pekalongan Selatan, diresmikan Wali Kota Pekalongan, Basyir Ahmad, Senin (4/5) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MILIKI PASAR HEWAN : Pasar Hewan Kuripan yang berdiri di atas lahan seluas 1,7 hektare di atas tanah eks makam Tionghoa di Kuripan Lor, Pekalongan Selatan, diresmikan Wali Kota Pekalongan, Basyir Ahmad, Senin (4/5) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Pasar Hewan Kuripan, akhirnya resmi dibuka untuk umum. Pasar yang berdiri di atas lahan seluas 1,7 hektare di atas tanah eks makam Tionghoa di Kuripan Lor, Pekalongan Selatan, tersebut diresmikan langsung oleh Wali Kota Pekalongan, Basyir Ahmad, Senin (4/5) kemarin.

Pasar Kuripan ini akan dibangun berbagai kios dan los untuk para pedagang. Antara lain, 20 los untuk pedagang burung merpati, 20 los burung kicau, 24 kios kuliner, 88 los pedagang ayam, 12 kios pedagang ayam, dan 12 tempat Rumah Potong Unggas (RPU). Selain itu, dibuka pasar ikan tradisional sebanyak 40 kios. Yang merupakan pindahan dari Pasar Ikan Sayun dan WR Supratman.

“Dibukanya pasar hewan Kuripan ini, untuk menaati imbauan Menteri Kesehatan (Menkes). Yakni, tidak boleh mencampur antara pasar hewan hidup dan komoditi umum,” kata Wali Kota Basyir.

Karena itu, pihaknya akan segera melengkapi fasilitas umum lainnya. Di antaranya dengan menambah area untuk pasar hewan kaki empat. Kemudian menambah dua pintu akses masuk baru di sebelah barat. “Namun menunggu pembebasan lahan baru, karena di lokasi pintu masih ada dua rumah penduduk,” jelasnya.

Setelah selesai, terang Basyir, Pemkot akan segera menggarap proyek berikutnya. Yaitu pembangunan Pasar Sayun Baru, yang khusus barang rongsok. Lahan disamping Pasar Kuripan, seluas 5 hektare sudah disiapkan. Disediakan anggaran sebesar Rp 1,8 miliat yang sudah cair, sehingga tinggal dikerjakan.

“Pedagang di Pasar Rongsok Sayun selanjutnya menjadi prioritas kami. Karena masih ada sebagian pedagang ikan dan rongsok yang masih berjualan. Karena lahan Pasar Sayun milik PJKA. Pihak PJKA sudah mengontak Pemkot, menanyakan kapan memindahkan pedagang Pasar Sayun,” ucap Basyir. (han/ida)