SERIUS : Para peserta tes PPK Pemilukada Kabupaten Pekalongan 2015 sedang mengerjakan soal, di ruang kelas SMA PGRI Kajen, Senin (4/5) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERIUS : Para peserta tes PPK Pemilukada Kabupaten Pekalongan 2015 sedang mengerjakan soal, di ruang kelas SMA PGRI Kajen, Senin (4/5) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Animo masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk mengikuti seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilukada Kabupaten Pekalongan 2015 cukup tinggi. Bahkan, para pendaftar datang dari berbagai wilayah. Seperti apa?

PENDAFTAR PPK berasal dari 19 kecamatan di wilayah Kabupaten Pekalongan. Totalnya berjumlah 251 orang yang terdiri atas 193 pelamar laki-laki dan 58 pelamar perempuan. Tingkat pendidikan pelamar, sebanyak 9 orang S2, 127 orang S1, Diploma III sebanyak 13 orang serta SMA sederajat 60 orang.

“Setelah kami seleksi, dari 251 pelamar yang dinyatakan lolos sebanyak 220 orang. Terdiri atas 170 laki-laki dan 50 perempuan,” kata Ketua KPU Kabupaten Pekalongan, Mudasir, Senin (4/5) kemarin.

Artinya ada 31 orang yang mendaftar sebagai PPK Pemilukada Kabupaten Pekalongan 2015 tidak bisa melaju ke babak selanjutnya. Puluhan orang itu tersisih lantaran tersandung kendala dalam seleksi tahap awal oleh KPU Kabupaten Pekalongan. “Jadi yang tidak lolos ada 31 orang,” imbuhnya.

Menurutnya, 31 orang tersebut tersandung Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Di antaranya sudah dua periode manjabat sebagai PPK, masa berlaku KTP habis, ijazah belum dilegalisir serta usianya kurang dari 25 tahun. Ada juga yang ketahuan pernah menjadi panitia pemilu dalam dua periode terakhir. “Pengumuman para peserta yang lolos sudah dilakukan, baik melalui wabsite maupun pengumuman tertempel di kantor KPU,” timpalnya.

Seorang peserta yang tidak lolos, Wafda Hadian Umam mengatakan bahwa meski kecewa, dirinya membekali diri dengan niat mencari pengalaman. “Saya niatnya cari pengalaman dan ingin berpartisipasi sebagai penyelenggara Pemilukada. Saya akan mendaftar lagi untuk yang PPS,” kata warga Kecamatan Kedungwuni itu.

Sedangkan dari 220 orang yang lolos tes administrasi, terdiri atas 26 orang merupakan PPK lama yang mendaftar kembali. Kemudian 194 orang lainnya pelamar baru.

Peserta lolos seleksi, M Nur Ikhsanudin mengatakan bahwa dirinya memang berniat menjadi panitia pemilu. “Saya memang ingin sekali merasakan bagaimana rasanya mengawal proses demokrasi. Biasanya kan cuma penonton saja. Bismillah,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Warga Kecamatan Karangdadap itu mengaku, meski masih tersisa beberapa proses seleksi, dirinya yakin bisa lolos. “Seleksi ini penting sekali untuk menyaring petugas yang berkompeten. Karena itu juga untuk pelaksanaan pemilu yang tertib dan adil,” imbuhnya.

Komisioner KPU, Abi Rizal menambahkan, sebanyak 220 orang tersebut dijadwalkan menjalani tahap selanjutnya yakni tes tertulis. Tes berbentuk 50 butir soal pilihan ganda tersebut memuat materi undang-undang nomor 1 dan nomor 8 tahun 2015, tentang pilkada. “Tes tertulisnya di SMA PGRI II Kajen, sore ini (kemarin sore, red). Peserta yang hadir ada 211 orang. Ada 9 orang yang absen,” imbuhnya. (hil/ida)