Winny Aditya. (Faiz Urhanul Hilal/JAWA POS Radar Semarang)
Winny Aditya. (Faiz Urhanul Hilal/JAWA POS Radar Semarang)

CEREWET bagi Winny Aditya, justru menjadi modal yang membanggakan. Gadis kelahiran 1 Februari 1992 itu mengaku, karakter cerewet atau kelincahan berbahasa lisan yang dimilikinya merupakan anugerah. Dia pun mengelolanya dalam bidang Master Of Ceremonial (MC).

“Awalnya dulu saat SMP, coba-coba jadi MC acara di sekolah. Ada acara-acara seperti musik, pentas seni segala macam, banyak lah,” ungkap gadis cantik yang intim disapa Dhea ini santai.

Kemeriahan Dhea mengemas bahasa lisan semula hanya diakui kalangan dekatnya saja. Kemampuannya menghidupkan suasana membuat teman hingga para gurunya angkat topi.

“Setelah itu semakin sering disuruh ‘Nge-MC’ di mana-mana. Nah, waktu SMA aku ikuti ajang DJ Muda Radio swasta di Pekalongan. Kemudian ada yang menawari menjadi penyiar radio. Akhirnya lulus SMA, jadi penyiar radio,” paparnya dengan gaya khas.

Meski telah menemukan bidangnya, ahli cuap-cuap itu mengaku sempat nyambi bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG). Namun, dunia MC tak bisa lepas begitu saja. Apalagi sudah makan asam garam menjadi pemandu acara telah dia rasakan. Mulai dibayar dengan honor Rp 100 ribu hingga jutaan rupiah.

“Sekarang sering keluar kota, biasanya kalau ada event pemerintah atau kementrian pasti diundang. Alhamdulillah, berkah cerewet kali ya,” timpalnya sembari tertawa.

Meski mengaku masih jomblo, salah satu penyiar Batik TV itu mengaku sedang menikmati hidup dengan menjadikan hobi sebagai profesi. “Itung-itung hobi jadi profesi,” imbuhnya. (hil/ida)