DIDAMPINGI: Peserta Unas SMP Luar Biasa Swadaya Kaliwungu Kendal, mengerjakan UN dengan didampingi guru, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIDAMPINGI: Peserta Unas SMP Luar Biasa Swadaya Kaliwungu Kendal, mengerjakan UN dengan didampingi guru, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIDAMPINGI: Peserta Unas SMP Luar Biasa Swadaya Kaliwungu Kendal, mengerjakan UN dengan didampingi guru, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Setidaknya 25 siswa SMP dan MTs tak mengikuti ujian nasional (Unas) yang dilaksakanan serentak Senin (4/5). Penyumbang terbesar siswa mangkir adalah dari SMP Terbuka. Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kendal, Joko Supratikno mengatakan, pelaksanaan UN SMP tahun ini ada 25 siswa yang mangkir Unas. 22 diantaranya adalah siswa dari SMP terbuka. “Penyumbang siswa yang tidak ikut ujian adalah dari SMP terbuka. Sedangkan yang dari SMP reguler hanya tiga orang saja,” katanya kepada Radar Semarang, kemarin.

Ia menambahkan, tiga siswa SMP reguler yang tidak bisa ikut, dua diantaranya sudah keluar dari sekolah. Sedangkan satu lainnya dari tiga SMP reguler tidak ikut ujian karena meninggal dunia. “Sedangkan 22 dari SMP terbuka yang mangkir semua tanpa izin atau konfirmasi ke sekolah. sehingga sekolah sendiri tidak mengetahui alasan kenapa siswa mangkir,” imbuhnya.

Ia tidak menampik jika angka siswa mangkir Unas SMP cukup tinggi. Meski begitu jumlah itu, menurun ketimbang Unas SMP 2014 lalu. Yakni ada 37 siswa mangkir, 29 diantaranya dari SMP terbuka. “Jadi tetap dari tahun lalu dan tahun ini, SMP terbuka penyumbang terbanyak siswa mangkir dalam pelaksanaan Unas,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono menyampaikan siswa yang berhalangan mengikuti Unas SMP nantinya akan diikut sertakan dalam ujian susulan yang akan digelar 11-15 Mei mendatang. “Target kami, Unas SMP tahun ini bisa lulus 99 persen,” katanya.

Muryono menjelaskan, dari SMP reguler selain yang keluar, juga satu siswa mengerjakan ujian di rumah sakit. Yakni dari SMP 2 Kendal lantaran sedang masa pemulihan setelah menjalankan operasi. “Selain itu ada siswa sakit, tapi mengerjakan Unas di ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),” imbuhnya.

Pelaksanaan Unas hari pertama kemarin berlangsung tanpa ada kendala. Semua soal tidak ditemukan adanya kecacatan maupun salah mata pelajaran. “Dan kami menjamin tidak ada kebocoran dari soal yang kami bagikan, karena soal baru diterima sekolah pagi hari,” tambahhnya.
Jumlah peserta Unas SMP tahun ini, SMP, MTs, SMPT dan SMLB ada 15.330. Rincian peserta Unas laki-laki 7.507 siswa dan perempuanya 7.823 siswi. Sedangkan rincian berdasarkan sekolah, SMP 100 sekolah, MTs 42 sekolah dan SMPLB 2 yakni , SMPLB Weleri dan SMP LB Karangtengah,” imbuhnya.

Sementara pelaksanaan Unas di SMP Luar Biasa (SMP LB), para siswanya harus didampingi guru untuk membacakan soal dan memberikan instruksi. Dua peserta ujian nasional merupakan siswa tuna rungu dan wicara dan empat siswa tuna grahita. Pendampingan guru lantaran dua peserta adalah penderita tuna rungu dan wicara, sehingga kesulitan mendapatkan instruksi dari pengawas, yang berasal dari sekolah umum. Dua peserta ujian nasional dari SMP LB Swadaya Kaliwungu Kendal.

Kepala SLB Swadaya , Widiyati Hani Hidayah dua siswa penyandang tuna rungu dan tuna wicara, masih bisa membaca soal dan mengerjakan sendiri. Namun pihak sekolah tetap mendampingi siswa karena, pengawas berasal dari sekolah biasa yang belum bisa mengerti bahasa isyarat. “Jadi guru kelas tetap mendampingi dua siswa itu,” katanya. (bud/fth)