SEMARANG – Minimnya pengetahuan manfaat media sosial serta internet menjadi perhatian khusus menjelang pilkada. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) melakukan pembenahan sekaligus pembekalan untuk anggotanya terkait dengan metode dan manfaat media sosial untuk sarana komunikasi dan kampanye pilkada.

“Kami melihat peranan media sosial saat ini penting sebagai sarana komunikasi , bahkan masukan dalam pengambilan kebijakan. Apalagi sekarang menjelang pilkada, “ kata Wakil Ketua DPRD Jateng, Ahmadi dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Peranan Media Online dalam Dinamika Politik Modern” di ruang FPKS DPRD Jateng, Senin (4/5).

Dia menambahkan, media sosial memiliki potensi besar sebagai sarana untuk memantau dan media berkampanye. Media sosial bisa menjadi sarana komunikasi antar individu dengan berbagai latar belakang dan kepentingan. Sehingga penting bagi partai politik dan orang-orang politik untuk bisa membaca apa yang sedang terjadi di masyarakat. Selanjutnya gejolak di masyarakat itu bisa menjadi masukan dalam pengambilan kebijakan. “Bayangkan sekarang medsos ataupun internet sudah menjadi makanan sehari-hari. Ini harus benar-benar dimanfaatkan bagi setiap kader PKS,” tambahnya.

Wartawan Senior, Zainal Mutakhin mengatakan, tren penggunaan media sosial saat ini terus meningkat. Salah satu penyebabnya karena aksesnya yang demikian mudah, membuat setiap orang dapat berperan di media sosial. Bahkan di Jateng penggunaan internet atau media sosial menempati peringkat ke tiga di bawah DKI Jakarta dan Jabar. “Tercatat ada kurang lebih 15 juta pengguna internet di Jateng. Jadi potensi media sosial yang besar ini harus benar-benar dimanfaatkan, apalagi menjelang pilkada,” katanya.

Ia menambahkan, banyak politisi atau tokoh yang sukses memenangkan pilkada bahkan pilpres dengan memanfaatkan internet. Mulai dari Jokowi saat menyalonkan diri sebagai Presiden, Jokowi-Ahok saat maju dalam pilkada DKI, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan di Jateng ada Ganjar Pranowo. “Berkaca dari itu, politikus perlu memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan program, visi dan misinya serta kegiatan yang dilakukan kepada masyarakat. Jika apa yang dilakukan seorang politikus menjadi trending topic maka akan diikuti oleh media online karena jika dicari melalui mesin pencari akan mudah ditemukan,” tambahnya. (fth/ric)