Ramai-Ramai Minum Susu Kedelai Gratis

115
ENAK: Para siswa SDN 2 Margohayu, Kecamatan Karangawen minum susu kedelai bersama disela memperingati Hari Pendidikan Nasional. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ENAK: Para siswa SDN 2 Margohayu, Kecamatan Karangawen minum susu kedelai bersama disela memperingati Hari Pendidikan Nasional.  (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ENAK: Para siswa SDN 2 Margohayu, Kecamatan Karangawen minum susu kedelai bersama disela memperingati Hari Pendidikan Nasional. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Ada yang berbeda dalam perayaan Hari Pendidikan Nasional di SDN 2 Margohayu, Kecamatan Karangawen, kemarin. Betapa tidak, semua guru dan para siswa bersama meminum susu kedelai secara gratis. Ya acara minum susu gratis ini dilakukan bersama anggota DPRD Demak dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhadi usai jalan sehat bersama.

Suhadi yang akrab disapa Bang Hadi ini rupanya memiliki program khusus untuk para siswa, yakni minum susu kedelai gratis untuk anak SD dan SMP. “Program ini baru kami rintis dan berharap mendapat respon serta dukungan dari Pemkab Demak melalui APBD,” kata Suhadi.

Ia menambahkan, minum susu secara gratis sebelumnya sudah pernah dilakukan oleh Pemkab Pasuran dan Pemkot Batu Malang, Jawa Timur. Harapannya program ini dapat membawa dampak yang ganda. “Yaitu untuk kesehatan siswa dan dampak untuk perekonomian daerah,”imbuhnya.

Politisi PKS ini menambahkan, dengan minum susu kedelai, maka asupan nutrisi siswa akan tercukupi. Dengan demikian, tingkat kecerdasan siswa terus meningkat serta kesehatan siswa lebih terjamin. Selain itu, efek lainnya adalah dapat menggairahkan petani kedelai untuk meningkatkan produksinya. Dia mengungkapkan, program ini akan berjalan dengan baik jika mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari pemkab setempat, provinsi maupun pemerintah pusat dengan pendanaan dari APBD maupun APBN.

“Kalau sudah berjalan minimal lima tahun kedepan, tentu asupan gizi siswa kita makin membaik. Ini akan menjadi agenda rutin bulanan dengan cara berkeliling dari sekolah satu ke sekolah lainnya. Satu sisi gizi anak terpenuhi. Disisi lain, baik pedagang maupun petani juga diuntungkan dengan adanya peningkatan nilai jual dan produksi,” tambahnya. (hib/fth)