Pelajaran Hidup dari Buku

104
DOK PRIBADI
DOK PRIBADI
DOK PRIBADI

BANYAK cara untuk mendapatkan pelajaran hidup. Tidak harus dari pengalaman pribadi, bisa juga dengan membaca buku. Seperti yang dilakukan Ditya Pramita Sari, salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (pemprov) Jawa Tengah.

“Tidak semua orang beruntung punya pengalaman hidup yang warna-warni. Padahal dari pengalaman itu bikin orang lebih bisa menyikapi hidup dan belajar lebih dewasa. Itulah mengapa saya harus membaca buku,” ujar perempuan yang akrab disapa Mita ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Bagi Mita, buku apapun akan ia baca untuk memperkaya pengetahuan serta pengalaman. Menurutnya, hobi membaca buku itu telah dilakukan sejak kecil lantaran selalu diajarkan oleh orang tuanya. “Bahkan terkadang sambil makan pun saya tidak pernah lepas dari buku,” kata alumnus Universitas Diponegoro (Undip) ini.

Saking gandurungnya terhadap buku, Mita mengaku setiap kali habis menerima gaji langsung disisihkan sebagian untuk belanja buku. Hal yang sama dilakukan ketika ada pameran buku, ia selalu memborong untuk dijadikan koleksi. Tak ayal, kini bukunya semakin banyak tertata rapi di rak rumahnya. “Pas lagi bosan, saya seringnya juga pergi ke toko buku,” terang Mita.

Bagi perempuan kelahiran Surabaya, 27 Juli 1985 ini, banyak hal yang dapat dipetik pelajaran selama membaca buku. Dari buku-buku yang pernah ia baca, terkadang materinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya untuk pengembangan diri, tetapi juga kesuksesan pekerjaan. “Kadang juga bisa jadi bahan buat mengenalkan orang,” ujar Mita yang mengaku lebih menyukai buku-buku motivasi dan psikologi, serta buku sastra terutama novel.

Menurut Mita, dengan membaca buku-buku psikologi, ia menjadi mudah mengenal kepribadian orang. Sehingga dapat sedikit banyak membantu cara bersikap ketika bergaul dengan orang lain. Selain itu, dari sejumlah buku fiksi juga ada kisah nyatanya. “Selain gemar membaca buku, saya juga sering menulis. Tapi masih menulis diary,” imbuh perempuan berlesung pipit ini sambil tersenyum manis.

Mita mengaku memiliki pengalaman menarik dengan buku. Ia pernah meminjam buku berjudul Totto Chan karya Tetsuko Kuroyanagi dari temannya. Karena begitu terpukaunya dengan buku tersebut, ia sampai membacanya berkali-kali. Hingga akhirnya ia membeli sendiri. “Saya berharap suatu saat kelak dapat membuat sekolah sendiri dari inspirasi buku itu,” ujar perempuan yang juga mengidolakan JK Rowling, penulis novel fenomenal Harry Potter ini. (fai/aro)