Ganjar: Kita Tentukan Kedaulatan Pangan

98
MASIH MANUAL: Sejumlah patani Jateng butuh sentuhan teknologi agar hasil panen bisa melimpah. (Dok)
MASIH MANUAL: Sejumlah patani Jateng butuh sentuhan teknologi agar hasil panen bisa melimpah. (Dok)

SEMARANG – Upaya mencapai kedaulatan pangan tidak cukup hanya dengan mengandalkan berbagai cara produksi pertanian yang sudah ada. Butuh sentuhan teknologi informasi untuk lebih memaksimalkan hasilnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui pembuatan database pertanian dari hulu ke hilir dan sistem informasi geografis (GIS).

Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai menggelar rapat kordinasi Dewan Ketahanan Pangan yang digelar di Balai Diklat Srondol Semarang, kemarin. Ganjar mengatakan, dari database tersebut diharapkan dapat mengetahui kondisi pertanian secara riil. Sementara melalui teknologi sistem informasi geografis, pemantauan dapat terus dilakukan. “Kalau bisa dipantau maka bisa dilihat daerah mana saja yang bisa ditentukan komoditinya yang cocok yang mana. Jadi dengan teknologi informasi ini diharapkan kita bisa punya peta kondisi pangan,” katanya.

Ganjar menilai dengan sistem tersebut, pertanian yang menjadi andalan dan sebagai penjamin ketersediaan pangan Jateng dapat benar-benar terpantau dan terkontrol. Mulai sejak masa tanam, hingga pasca panen semua dapat diketahui, termasuk dalam mengendalikan harga pasar. “Termasuk juga ketika mengalami ledakan produksi yang terlalu tinggi. Sebab, dapat ditularkan ke daerah lain yang membutuhkan. Kalau perlu saya sendiri nanti yang jadi marketing-nya. Daulat pangan itu kita yang menentukan,” tandasnya. (fai/fth)