Desa Kemetul Promosikan Wisata Merti Desa

123
MERIAH : Merti Desa di Kemetul, Susukan Kabupaten Semarang diramaikan dengan karnaval budaya antar RT. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)
MERIAH : Merti Desa di Kemetul, Susukan Kabupaten Semarang diramaikan dengan karnaval budaya antar RT. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)

SUSUKAN—Dengan melibatkan 22 Rukun Tetangga (RT) yang terletak di wilayah Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, menampilkan puluhan kreasi serta produksi usaha masyarakat. Selain itu, mereka juga menggelar kegiatan wayang semalam suntuk, bersih-bersih desa sampai karnaval budaya.

Itulah beberapa program Merti Desa yang digelar Jumat (1/5) lalu. Program tersebut sengaja disiapkan Pemerintah Desa Wisata Kabupaten Semarang, Desa Kemetul, Susukan, Kabupaten Semarang untuk menarik wisatawan lokal dan manca negara. Setelah didapuk menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Semarang.

Sekretaris Desa, Triyono mengatakan bahwa kegiatan diawali dengan bersih-bersih kali (sungai, red). Filosofinya adalah membersihan hati. Kemudian dilanjutkan dengan Merti Desa yang dilaksanakan pada Jum’at Kliwon. Ini untuk menjaga tradisi budaya. Bukan untuk mistis. Kegiatan ini juga menggunakan dana swadaya masyarakat. Satu kepala keluarga memberikan iuran sebesar Rp 40 ribu. “Jolenan mengandung arti ojo kelalen (jangan lupa). Artinya jangan lupa terhadap silsilah keluarga dan nikmat yang sudah diberikan kepada Tuhan,” katanya.

Juga, kegiatan Merti Desa ini untuk memberdayakan ekonomi masyarakat. Karena, selain bisa mempromosikan produknya, juga bisa menjual produk di area kegiatan Merti Desa ini. Harapannya, Kemetul mendapat urutan ke-16 dari 32 desa wisata di Kabupaten Semarang sebagai salah satu tujuan wisata yang ramai.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata, Agus Sudibyo mengatakan bahwa desa wisata memiliki keunikan budaya. Program ini mendorong daerah-daerah yang punya keunikan bisa menjadi daerah wisata alternatif. Harapannya desa-desa wisata lain bisa meniru kegiatan di Desa Kemetul ini. “Kami berharap, perangkkat desa tidak cepat puas. Agar kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjadi tujuan wisata,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Semarang Mundjirin, mengapreasi terselenggaranya kegiatan Merti Desa. Menurutnya dengan kreativitas dari bawah, akan memotivasi pemerintah agar segera membuat event seperti ini di Kabupaten Semarang. “Ini hal baik yang harus dilanjutkan. Karena bisa menjadi warna tersendiri bagi Desa Kemetul sebagai desa wisata,” pungkasnya. (abd/ida)