Buruh ke Jakarta, Pekalongan Aman

85
ROTASI JABATAN : Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Luthfie Sulistiawan saat upacara sertijab pergantian Kapolsek Buaran, Timur dan Selatan, Sabtu (2/5) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ROTASI JABATAN : Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Luthfie Sulistiawan saat upacara sertijab pergantian Kapolsek Buaran, Timur dan Selatan, Sabtu (2/5) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Peringatan Hari Buruh atau May Day di Pekalongan terbilang aman dan kondusif. Pasalnya, para buruh lebih memilih melakukan aksi di Jakarta sehingga pengerahan massa di Kota Pekalongan tidak sebesar tahun sebelumnya.

“Sesuai dengan perintah Kapolri, kami diperintahkan melakukan pengamanan di titik-titik rawan. Seperti perusahaan, jalan protokol dan jalur pantura,” kata Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Luthfie Sulistiawan saat serah terima jabatan (Sertijab) pergantian Kapolsek Buaran, Timur dan Selatan, Sabtu (2/5) kemarin.

Terkait sertijab, Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Darodi kini dipindahtugaskan di luar Kota Pekalongan. Posisinya digantikan Kompol Zuhrianto yang sebelumnya menjabat Kapolsek Pekalongan Timur. Sedangkan Kapolsek Pekalongan Timur dijabat AKP Agus Riyanto yang semula menjabat Kapolsek Buaran. Sedangkan Kapolsek Buaran dijabat oleh AKP Harsono. “Bagi Kapolsek baru, harus segera menyesuaikan diri,” kata AKBP Luthfie Sulistiawan.

Pihaknya berharap para kapolsek baru tersebut agar tidak mengabaikan koordinasi dengan atasannya. Harapannya agar tidak mengulangi peristiwa tragis yang menimpa Polsek di lingkungan Polda Jambi. “Setiap melakukan tugas atau tindakan apapun, harus sepengetahuan atasan dan harus dilaporkan atasannya,” ingatnya.

Menurutnya, aksi warga melakukan pembakaran Polsek tersebut, akibat dari kekecewaan dan kurangnya koordinasi. Yakni, ada warga yang ditangkap karena diduga seorang pengedar narkoba. Sehingga tim kecil dari Polsek tersebut menggerebek dengan menggunakan senjata laras panjang. Namun tersangka berusaha kabur, sehingga terpaksa ditembak oleh petugas. Lantaran pengedar tersebut tewas malam itu juga, mengundang kemarahan warga yang dilampiaskan dengan membakar Mapolsek sampai rata dengan tanah.

“Ternyata, tim tidak laporan. Bahkan pimpinan baru tahu saat 250 orang datang ke Polsek dan sudah meratakan Polsek dengan tanah. Kejadian itu tidak akan terjadi, jika ada koordinasi dengan atasan. Pasti akan dicarikan solusi, sehingga tidak membuat massa marah dan membakar Mapolsek,” katanya. (han/ida)