Target Pertahankan Dua Medali Emas

86
SIAP TANDING: Tujuh karateka Kyokushinkai Semarang, siap berlaga di Kejuaraan Nasional Karate Full Body Contact Open Turnamen yang berlangsung di Gedung CLS Surabaya, Minggu (3/5) besok. (ISMU PURUHITO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP TANDING: Tujuh karateka Kyokushinkai Semarang, siap berlaga di Kejuaraan Nasional Karate Full Body Contact Open Turnamen yang berlangsung di Gedung CLS Surabaya, Minggu (3/5) besok. (ISMU PURUHITO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kyokushinkai Semarang memberangkatkan tujuh karateka terbaiknya untuk tampil di Kejuaraan Nasional Karate Full Body Contact Open Turnamen yang berlangsung di Gedung CLS Surabaya, Minggu (3/5) besok. Ketujuh karateka tersebut sudah sekitar dua bulan berlatih intensif untuk menghadapi kejuaraan bergengsi tersebut.

Pelatih sekaligus salah satu karateka yang akan berangkat Gunawan Wijaya mengatakan, kejurnas tersebut adalah yang kali kedua digelar. Tahun lalu, Kyokushinkai Semarang juga memberangkatkan atlet dan berhasil meraih dua medali emas. ”Target kita mempertahankan dua medali emas itu. Kejuaraan ini memang cukup berat, karena hampir semua karateka full body contact terbaik dari seluruh Indonesia tampil,” ujarnya.

Kejuaraan tersebut memang cukup berbobot karena menggunakan sistem full body contact dalam pertandingannya. Sebanyak tujuh perguruan karate yang beraliran full body contact tampil dalam kejuaraan terbuka ini, di antaranya Kyokushinkai, Kala Hitam dan Gojukai. ”Kejurnas tersebut akan dilaksanakan rutin tiap tahun, tujuannya agar karate full body contact bisa dipertandingkan di PON. Karena selama ini karate yang dipertandingkan di PON hanya yang beraliran no contact,” jelasnya.

Selain Gunawan Wijaya, atlet Kyokushinkai Semarang lain yang bakal bertarung adalah Fendi Setiawan dan Bayu Nugroho yang bertanding di kelas bebas, kemudian Untung Wijaya, Koo Boen Han, Andre Sijaya dan Silas Purnomo yang bertanding di kelas -70 kg.

Koo Boen Han, salah satu atlet yang ditemui di Dojo Lindu Aji, Kampung Kali Semarang kemarin mengatakan, persiapan selama dua bulan dirasa sudah cukup. Diakui, soal lawan selama ini memang cukup saling mengenal. Namun semua tergantung kesiapan masing-masing atlet. ”Paling kita perhitungkan karateka tuan rumah Jatim. Tapi lawan lain tidak bisa dipandang enteng,” tandasnya. (smu/ric/ce1)