BERSIAP TAMPIL : Para siswa SD menunggu giliran tampil dalam lomba Karawitan dan Macapat di SMPN 7 Kota Pekalongan, kemarin. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
BERSIAP TAMPIL : Para siswa SD menunggu giliran tampil dalam lomba Karawitan dan Macapat di SMPN 7 Kota Pekalongan, kemarin. (Hanafi/jawa pos radar semarang)

Walaupun di Pekalongan budayanya sudah condong ngapak atau berbau Banyumasan, ternyata penggiat dan pecinta budaya Jawa masih banyak. Seperti apa?

Lutfi Hanafi, Pekalongan

Nuansa Jawa tergambar jelas di ruangan aula SMPN 7 Kota Pekalongan di Jalan Seruni Pekalongan Timur, Kota Pekalongan. Siswa SD dari perwakilan 4 kecamatan di Kota Pekalongan terlihat semangat dalam Lomba Karawitan SD dan Macapat SD dalam rangka Pekan Seni tingkat Kota Pekalongan 2015 pada, Kamis (30/4).

Walaupun para siswa terlihat sulit berjalan karena sedang mengenakan baju beskap ala Jawa, mereka tetap terlihat ceria. Hal yang sama juga terjadi pada para siswi yang mengenakan jarit dan kebaya. Salah satunya Nabila, siswi kelas 5 SDN Kandang Panjang 2 yang terlihat ceria walaupun keringat menetes di wajahnya yang penuh make up. “Saya ikut lomba gamelan (karawitan) mewakili (Kecamatan) Pekalongan Utara. Saya sangat senang sekali, karena suka musik tradisional,” ucapnya senang sambil membetulkan tusuk kondenya yang mau jatuh.

Hal yang sama juga diungkapkan Rusadi, siswa kelas 5 SDN Poncol 2 Kota Pekalongan. “Saya senang karawitan, keluarga juga senang. Sehingga orang tua saya sangat mendukung, saat lomba ini saya juga ditemani,” ucapya riang walaupun terlihat sulit untuk berjalan cepat.

Kecintaan anak kecil seperti Nabila dan Rusadi, tidak terlepas dari andil penggiat kesenian Jawa ini. Yang kalau diakui sebagian besar adalah pendatang di Kota Pekalongan. Salah satunya Kepala Sekolah SDN Poncol 03 sekaligus panpel Lomba Karawitan, Kawit. “Saya masuk Pekalongan pada 1987, dan ternyata sudah ada lomba ini (Karawitan). Berarti lomba ini sudah ada sejak lama,,” ucap guru asal Klaten ini. “Dulu Kota Pekalongan malah masih ada 2 kecamatan saja Barat dan Timur. Tapi lomba tetap meriah, karena di sekolah-sekolah juga sudah punya ekstra karawitan,” ungkapnya.

Diungkapkannya di Kota Pekalongan sendiri masih banyak sekolah SD yang memiliki grup Karawitan, namun yang grupnya serius dan komplet alatnya ada 7 grup. Yang tersebar di 4 Kecamatan di Pekalongan, yaitu di Pekalongan Utara, Pekalongan Barat, Pekalongan Selatan dan Pekalongan Timur.

Keyakinan bahwa kesenian Jawa di bumi ngapak Pekalongan akan terus eksis, ditegaskan oleh Tri Mariani yang merupakan Panpel Macapat SD pada lomba kali ini. ”Saya sangat yakin bahwa sepanjang tahun Insya Allah, kesenian Jawa di Pekalongan akan ada. Walaupun ini kesenian Jawa dan berada di Pekalongan, akan tetapi orang Jawa yang tinggal disini juga sangat banyak,” ucapnya.

Keyakinannya semakin nyata, tatkala Budaya Jawa kembali dikuatkan oleh pemerintah. Melalui SK Pemprov bahwa ditetapkan setiap hari Kamis, menjadi hari Berbahasa Jawa. Yang mana diimbau kepada sekolah dan dinas-dinas minimal mengunakan bahasa Jawa dalam kesehariannya, pada hari tersebut. Bahkan juga diimbau untuk mengenakan baju adat Jawa pada setiap hari Kamis.

“Kenapa lomba ini juga kami gelar pada Hari Kamis, karena juga turut memperingati hari berbahasa Jawa di Jawa Tengah. Untuk itu mestinya hari ini pakai bahasa Jawa di sekolah-sekolah di Pekalongan. Namun karena tenaga pengajar serta siswa juga belum tentu orang jawa, jadi masih berupa imbauan saja, bukan kewajiban,” bebernya.

Sementara itu, dalam lomba yang digelar kemarin SDN Poncol 2 kembali mempertahankan Juara yang pernah diraih setahun kemarin. Mewakili pelatihnya, Bambang Irianto, Suci Guru Kelas 4 yang mendapingi siswanya turut bangga dengan kemenangan tersebut.

“Tahun ini kembali kami memnangkan lomba karawitan ini. Tahun kemarin juga Juara 1 dan sempat maju ke lomba tingkat Karesidenan yang digelar di Tegal. Dan kami bersyukur bisa dapat Juara 3 Karesidenan,” ucapnya.

Dengan kemenangan ini, otomatis SDN Poncol 2 yang mewakili Pekalongan Timur kembali akan mewakili Pekalongan di Lomba Tingkat karesidenan,yang mana pada tahun ini akan di gelar di Brebes. (*/ric)