Hari Buruh Diramaikan dengan Tiga Artis KDI

117
BEREBUT: Para buruh berebut tandatangan dari Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti pada peringatan hari buruh internasional, kemarin.  (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BEREBUT: Para buruh berebut tandatangan dari Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti pada peringatan hari buruh internasional, kemarin. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Ada yang menjarik dalam peringatan hari buruh yang dilakukan para buruh di Kendal. Para buruh menggelar aksi damai dan mengisi dengan hiburan-hiburan menarik di Stadion Utama Kendal. Tidak seperti di daerah lain yang digelar dengan aksi demontrasi dan tuntunan kenaikan upah.

Para pekerja dari berbagai perusahaan dan calon tenaga kerja Indonesia (TKI) di wilayah Kendal membanjiri Stadion Utama Kendal. Ribuan buruh itu menggelar aksi sosial. Diantaranya donor darah, pengobatan gratis dan medical chek up serta pemberina vitamin gratis oleh BPJS Kesehatan Kendal, RSUD Dr Soewondo, RSI Kendal, RS Baitul Hikmah dan sebagainya.

Selain aksi sosial, juga dilakukan dialog interaktif antara buruh dengan pengusaha dan pemerintah selaku pemangku kebijakan. Selain itu pembacaan dan penandatangan pakta integritas (Tripartit) oleh pemerintah, pengusahan dan serikat pekerja Kendal. Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) memberikan piala pemenang lomba Porseni Tripartit. Acara semakin semarak dengan hiburan musik dangdut yang menghadirkan tiga artis gerbang KDI asal Kendal, Fani, Diyar dan Ulfa.

Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti dalam kesematan itu juga memberikan hadiah kepada buruh berupa dua unit motor dan berbagai dorprize menarik lainnya. “Kami sebagai pemerintah sudah memenuhi gaji pekerja sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL),” katanya,
Widya menambahkan, acara tersebut sangat positif dan baru yang pertama dilakukan di Kendal. “Daerah-daerah lain buruh pada demo, tapi di Kendal justru bisa menggelar aksi damai yang diisi kegiatan-kegiatan positif,” tambahnya.

Koordinator aksi, Sugeng Setia dari PT Industri Gula Nusantara (IGN) Cepiring mengatakan, kegiatan ini merupakan yang kali kedua dilakukan di Stadion Kendal. Ia berharap, Kendal bisa menjadi pelopor dan contoh bagi kabupaten di daerah lain di Jateng. “Pengusaha, pemerintah dan buruh duduk bersama untuk mengemukan aspirasinya,” katanya.

Kegiatan tersebut dinilainya lebih bermanfaat ketimbang aksi unjukrasa yang dapat berpotensi menimbukan kerusuhan. Selain itu, para buruh bisa mendapatkan hiburan dan hadiah menarik. “Sehingga semua buruh bisa senang,” tambahnya.

Seorang buruh, Sumiyati dari PT PDS Kendal mengatakan, kegiatan social lebih baik dibandingkan harus demo turun ke jalan. Sebab buruh bisa menyampaikan tuntutannya tanpa harus berunjuk rasa. “Unjuk rasa dan demo sudah tidak efektif, karena setiap kali demo tidak ada pihak dari pemerintah dan pengusaha yang menanggapi,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan bersama ini para buruh bisa terhibur dan merasa senang karena bisa duduk berdampingan dengan pemerintah dan pengusaha. “Dari pada panas-panasan, lebih baik senang-senang, joget bersama,” tambahnya. Dalam kesempatan, para buruh juga meminta tanda tangan pada Bupati Kendal. (bud/fth)