Copet Babak-Belur Di Massa

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

PEKALONGAN – Arwani, 33, warga Desa Paesan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan harus menahan sakit akibat babak belur setelah dipukuli massa di pasar Kliwonan Tiban, Wonoyoso, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Pria tersebut di massa setelah kedapatan mencuri uang dagangan milik Kastumi, 60, warga Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Peristiwa bermula saat Kastumi sedang melayani pembeli opak angin daganganya. Pelaku yang berjualan tak jauh dari Kastumi terlihat sibuk bersih-bersih sampah di sekitar dagangannya. “Meskipun sedang melayani pembeli, mata saya tetap mengawasi karena curiga dengan perilakunya yang aneh,” tuturnya saat dimintai keterangan.

“Karena selama ini yang biasa bersih-bersih sampah bukan dia, terus ketika saya tegur, dia beralasan biar dapat rezeki, kalau bersih-bersih lingkungan masjid apalagi ini kliwon,” jelasnya.

Hal yang dikhawatirkan terjadi saat Kastumi lengah sedikit, pelaku langsung mengambil tas kresek korban yang berisi uang 1,5 juta yang ditaruh di tempat nasi di bawah tumpukan dagangan.

“Sekelebat saya cek tas kresek sudah raib, lantas saya langsung curiga ke pelaku. Kemudian saya kejar sembari teriak ‘kembalikan uang saya’ tapi pelaku tetap lari berusaha menghindar. Akhirnya saya berhasil mencengkeram kerah baju belakang ketika pelaku berpura-pura bersih-bersih sampah lagi,” lanjutnya.

Kastumi beruntung tak lama berhasil mendapatkan pelaku, datang Heri, 33, warga Desa Siwalan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan yang juga mengaku kecopetan dompet berisi surat-surat penting. “Saya bantu tangkap karena di lokasi yang sama dompet saya juga hilang dicopet,” ujar Heri saksi pelapor yang juga berdagang di lokasi pasar tiban yang sama.

Akibat ribut-ribut dari peristiwa tersebut, massa pun menyemut. Dan mendatangi pelaku yang sudah ditangkap. Karena kesal dengan ulah pelaku yang berbelit-belit karena tidak mengaku, akhirnya massa pun memukuli pelaku hingga mengaku. Dan kemudian diamankan oleh anggota Polsek Buaran yang sedang patroli.

Sementara itu pengakuan pelaku pencopetan Arwani di Mapolsek Buaran, membantah mengambil uang dagangan Kastumi. “Saya hanya mengambil bungkusan plastik kresek, saya tidak tahu kalau itu berisi uang,” bantahnya.

Arwani mengakui kalau dirinya memang baru sekali berdagang di lokasi tersebut. “Saya bersih-bersih berharap dapat rezeki banyak karena dagangan saya belum ada satu pun yang laku,” ucapnya sambil menahan sakit.

Kapolsek Buaran Kompol Agus Riyanto membenarkan baru ada aksi pengeroyokan massa kepada pencopet. “Pelaku yang juga seorang pedagang di pasar tiban tersebut, berusaha memanfatkan kelengahan nenek Kastumi dengan berpura-pura membersihkan sampah di sekitar korban berjualan,” ucapnya.

“Ketika kami olah TKP, barang bukti uang Rp1,5 juta yang disimpan pelaku di tempat sampah belum kami temukan. Kami akan tetap mengembangkan kasus ini karena pengakuan pelaku berbelit dan berbeda dengan fakta lapangan,” tegasnya. (han/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

DPM-PTSP Gelar Layanan Simpatik

SEMARANG – Pemkot melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menggelar pelayanan perizinan tenaga kesehatan dengan mendekatkan langsung ke masyarakat. Kali...

Masyarakat Buru Perlengkapan Ibadah

SEMARANG – Kurang satu pekan jelang bulan suci Ramadan, animo masyarakat terhadap pembelian perlengkapan ibadah meningkat pesat. Produk seperti mukena, sarung, baju koko, paling...

Menang, Tapi Permainan Belum Konsisten

SURABAYA – Tim basket putri Jateng akhirnya berhasil meraih kemenangan perdana mereka di ajang PON Remaja I. Siang (8/12) kemarin Sofiana Widiastuti dkk berhasil...

Guru Harus Ciptakan Happy Learning

UNTUK menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan diperlukan pembaruan setiap waktu. Skenario proses belajar-mengajar telah dibuat guru melalui perangkat pembelajaran, khususnya di Lesson Plann (Rencana Pelaksanaan...

More Articles Like This

- Advertisement -