Bidik Pekerja Bukan Penerima Upah

79

KAJEN – Adanya pekerja yang tidak menerima upah mulai diperhatikan pemerintah melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu dilakukan untun meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Pusat, Abdul Cholik mengatakan, dalam skala nasional pihaknya tengah membidik para pekerja tidak menerima upah agar memiliki hak yang sama dalam bidang jaminan sosial. Seperti jaminan hari tua, kecelakaan kerja hingga pensiun. “Tidak menerima upah itu, ya pemilik usaha itu sendiri. Seperti para pedagang, tukang ojek dan lain sebagainya,” ungkapnya kepada Radar Semarang.

Dikatakannya, pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan direncanakan mulai diwajibkan 1 Juli. “Sebagai stimulus, pada tiga bulan pertama, peserta BPJS Ketenagakerjaan gratis angsuran,” ungkapnya.

Kepala Bidang Keuangan dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan wilayah Pekalongan, Kristiana Martanti menambahkan, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan pemerintah setempat untuk melakukan sosialisasi.

Sejumlah upaya yang dilakukan diantaranya memberikan penyuluhan dan sosialisasi di sejumlah kelompok masyarakat, seperti paguyuban pedagang. “Sosialisasi masif ke lapangan rutin sebulan sekali. Baik di pusat keramaian maupun ke paguyuban atau kelompok masyarakat pekerja,” ujarnya.

Kristiana berujar, di wilayah eks karesidenan Pekalongan sedikitnya terdapat 44 ribu pekerja. Tersebar dari Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang. Pembuatan kartu BPJS Ketenagakerjaan tersebut bisa langsung digunakan. Sepanjang data dipenuhi, proses klaim juga berjalan cepat. “Sebelumnya memang untuk para pekerja penerima upah. Ini sedang digencarkan untuk para pekerja tidak penerima upah,” imbuhnya. (hil/ric)