3 Bulan Tak Gajian, Curi Motor Harley

117
JENGKEL: Para tersangka pencuri motor Harley milik majikannya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini mereka harus mendekam di Mapolrestabes Semarang. Barang bukti hasil curian juga diamankan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JENGKEL: Para tersangka pencuri motor Harley milik majikannya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini mereka harus mendekam di Mapolrestabes Semarang. Barang bukti hasil curian juga diamankan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

foto open A (2)WEB

BARUSARI – Seorang teknisi bengkel Dwi Fitriono alias Gondrong, 35, nekat mencuri motor Harley Davidson milik bosnya sendiri, bernama Hari, 40. Dia berdalih jengkel karena gaji selama tiga bulan, belum dibayar.

Motor gede (moge) itu dicuri saat sedang diperbaiki di sebuah bengkel di Jalan Tanah Mas Raya Blok B No 47 Semarang. Warga Genuksari Atas RT 3 RW 4, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Semarang, ini melancarkan aksinya bersama dua temannya, yakni Ari Budi, 34, warga Candisari Semarang dan Yohanes Setyawan Wijaya alias Sinyo, 22, warga Panggung Lor Semarang.

Saat ini, ketiganya telah diringkus oleh tim Reserse Mobil (Resmob) Polrestabes Semarang. ”Saya jengkel, karena gaji selama tiga bulan tak kunjung dibayar,” kata Dwi kepada wartawan saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis (30/4).

Pencurian itu terjadi pada Selasa, 7 April 2015 lalu. Dengan mengajak dua temannya, Ari dan Yohanes, tersangka datang di bengkel tersebut mengendarai mobil Toyota Avanza silver H-8753-MR, sekitar pukul 22.00. Dwi sendiri adalah teknisi bengkel freelance di lokasi kejadian dan telah bekerja kurang lebih 15 tahun. Sehingga ia mengetahui secara pasti terkait seluk-beluk lokasi kejadian. ”Saya langsung masuk melalui pintu utama,” katanya.

Dijelaskan tersangka, kondisi motor Harley tersebut sedang diperbaiki. Setelah tiba di lokasi kejadian, tersangka menuju tempat motor penyimpanan sejumlah motor Harley. ”Saya mencongkel pintu menggunakan obeng,” katanya.

Mereka kemudian mengangkut rangka dan mesin moge tersebut, kemudian diangkat bertiga. ”Lalu kami masukkan ke dalam mobil Avanza. Mobilnya sewaan,” terangnya.

Di lokasi kejadian, memang terdapat banyak motor gede yang dalam perbaikan. Beberapa di antaranya dalam kondisi dibongkar atau sudah pretelan. ”Setelah masuk ke dalam mobil, mesin moge itu kami bawa ke Salatiga untuk saya bawa ke tempat teman, Fery (perantara). Fery yang menjualnya kepada pembeli,” katanya.

Rangka seharga USD 4.650 atau Rp 60,2 juta itu akhirnya dijual oleh Fery kepada seseorang berinisial FP seharga Rp 35 juta. Namun baru dibayar Rp 20 juta. ”Uang Rp 20 juta itu kemudian saya bagi. Ari dan Yohanes masing-masing dapat bagian Rp 5 juta. Saya sendiri Rp 10 juta,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Dwi, bahwa uang hasil penjualan barang curian itu telah habis. ”Untuk memenuhi kebutuhan. Di antaranya membayar utang. Utang saya banyak karena tiga bulan belum gajian,” katanya. Begitu pun Ari dan Yohanes, mengaku uang bagian dari hasil pencurian itu juga telah habis.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari korban, Hari. Hasil penyelidikan menemukan keterangan bahwa mesin Harley Davidson tersebut dijual ke Salatiga. ”Setelah dikembangkan, para pelaku ditangkap di rumah masing-masing pada tanggal 8 April 2015 sekira pukul 23.00. Fery juga kami amankan,” kata Burhanudin.

Dijelaskannya, tersangka Dwi merupakan seorang teknisi bengkel freelance di lokasi kejadian. Dia sering dipanggil dan datang di lokasi sebagai teknisi. ”Motif pencurian ini murni karena masalah ekonomi. Otak dari pencurian moge tersebut adalah Dwi alias Gondrong yang kemudian mengajak dua rekannya,” imbuhnya. Tiga tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (amu/zal/ce1)