HUJAN DERAS: Akibat hujan deras dan pondasi tergerus air, sebuah tiang listrik pun roboh. Kemarin petugas PLN langsung melakukan pembenahan. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)
HUJAN DERAS: Akibat hujan deras dan pondasi tergerus air, sebuah tiang listrik pun roboh. Kemarin petugas PLN langsung melakukan pembenahan. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)
HUJAN DERAS: Akibat hujan deras dan pondasi tergerus air, sebuah tiang listrik pun roboh. Kemarin petugas PLN langsung melakukan pembenahan. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)

SALATIGA—Hujan deras yang mengguyur Kota Salatiga, Rabu (29/4) kemarin, mengakibatkan tanah longsor di tiga titik. Di antaranya di tebing Setro, Kecamatan Tingkir, Jalan Lingkar Salatiga, Pulutan, Sidorejo dan talud Sungai di Gendongan, Tingkir. Selain tanah longsor, sejumlah talut jebol, dan tiang listrik rubuh.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Semarang di lokasi Pulutan RW 3 tadi malam, air luapan dari sungai yang mengarah ke rawa pening, memenuhi JLS, setinggi perut orang dewasa. Sehingga menyebabkan arus lalu lintas sempat macet beberapa jam. Selain itu air juga menyebabkan talut rusak dan tiang listrik setinggi 15 meter tumbang. Akibatnya, listrik padam hinga siang, (30/4).

Pemilik warung di pinggir JLS, Fathonah, 50, mengatakan hujan deras membuat debit air sungai meningkat, bahkan air hingga meluber ke jalan. Ketinggian air mencapai hampir satu meter. Jalan tidak bisa dilalui. Hujan baru berhenti sekitar pukul 01.00 dini hari.“Pagi tadi, pasca banjir, jalan sepanjang satu kilometer tertutup oleh pasir dan batu. Jalan baru selesai dibersihkan sekitar pukul 10.00 oleh warga,” katanya.

Sementara itu Lurah Pulutan Ahmad Haris yang ikut membersihkan pasir di JLS mengatakan, warga secara sukarela membersihkan badan jalan dari sisa-sisa banjir, selama empat jam. Sementara itu tiang listrik yang tumbang akibat pondasinya tergerus hujan, sedang diperbaiki oleh petugas PLN.“Jika hari ini hujan deras, JLS pasti akan kembali banjir. Ini karena talut sungainya ada yang ambrol. Jika tidak segera diperbaiki, banjir masih akan mengancam,” katanya.

Terpisah, di RT 1, RW 08 Gendongan, Tingkir, talut sungai juga mengalami ambrol. Ini sudah kedua kalinya. Sebelumnya, ambrol terjadi kurang lebih berjarak 100 meter dari ambrolan terbaru. Selain itu, hujan yang disertai angin, menyebabkan asbes dan seng di beberapa rumah warga ikut rusak. (abd/zal)