Putus Sekolah, Bikin Usaha Sendiri

123
Yesi Elizah. (Faiz Urhanul Hilal/Radar Semarang)
Yesi Elizah. (Faiz Urhanul Hilal/Radar Semarang)

Keinginan keras Yesi Elizah, 18, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi akhirnya pupus lantaran keterbatasan biaya. Lulusan SMP I Sragi tahun 2011/2012 itu juga paham betul bahwa ijazahnya dari jenjang menengah pertama tidak mungkin mengantarkannya menggapai cita-cita sebagai seorang dokter.

Namun gadis yang akrab disapa Yesi ini berhasil bangkit dengan membuka usaha sendiri. Yakni berjualan Mie Ayam dan Es Buah. Untuk mendapatkan ilmu meracik mie ayam dan es buah, dara kelahiran Pekalongan 4 Agustus 1996 itu terlebih dahulu menjalani kesibukan sebagai pekerja di sebuah kedai Mie Ayam di Daerah Ulujami Kabupaten Pemalang. “Pengalaman saya selama dua bulan kerja, akhirnya saya ingin buka usaha sendiri. Alhamdulillah bapak mendukung,” ungkapnya sembari melayani pembeli.

Sejak lima bulan lalu, Yesi membuka warung di Jalan Raya Siwalan tepatnya depan Balai Desa Tengengkulon Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan. Meski masih terbilang pemula, tekad kuatnya membesarkan usaha terlihat ketika gadis berparas ayu itu melayani pembeli dengan sikap ramahnya.

Bagi Yesi, berapapun penghasilannya saban hari selalu disyukuri. Selain itu setiap kritik yang dilontarkan teman, sahabat maupun pelanggan selalu digunakan sebagai spirit membesarkan usahanya. “Sekarang rata-rata sehari Rp 300 ribu,” imbuh anak ke tiga dari empat bersaudara itu.

Di tengah kesibukannya membesarkan usaha, buah hati pasangan Darpani, 48, dan Saliah, 45 warga Desa Tegallontar, RT 01 RW 10 Kecamatan Sragi itu sempat merasa iri kepada teman-teman sebayanya. Dia menuturkan, jika mendapat kesempatan, ingin kembali melanjutkan sekolah. “Ya, kalau ada kesempatan, inginnya melanjutkan sekolah. Saya dulu cita-citanya ingin jadi dokter,” timpalnya. (hil/ric)