STOK MELIMPAH: Panen raya padi baru-baru ini di sejumlah daerah di Jawa Tengah membuat stok beras Bulog Divre Jateng cukup melimpah saat ini. (PRATIDINA/RADAR SEMARANG)
STOK MELIMPAH: Panen raya padi baru-baru ini di sejumlah daerah di Jawa Tengah membuat stok beras Bulog Divre Jateng cukup melimpah saat ini. (PRATIDINA/RADAR SEMARANG)
STOK MELIMPAH: Panen raya padi baru-baru ini di sejumlah daerah di Jawa Tengah membuat stok beras Bulog Divre Jateng cukup melimpah saat ini. (PRATIDINA/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Penyerapan beras oleh Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah terus meningkat. Hingga kemarin (30/4) penyerapan telah mencapai 45.000 ton.

Kepala Bulog Divre Jateng Damin Hartono mengatakan, saat ini jumlah serapan Bulog setiap harinya mencapai 3.000 ribu per ton. Terdapat peningkatan cukup signifikan dari minggu sebelumnya yang mencapai 2.000-2.500 ton per hari. “Peningkatan serapan tersebut terjadi karena banyak petani yang melalui mitra kerja Bulog memilih untuk mengosongkan gudang mereka untuk selanjutnya diisi oleh hasil panen kedua yang akan dimulai sekitar dua minggu lagi,” urainya.

Sementara itu, sepanjang bulan April, total serapan beras oleh Bulog Divre Jateng lebih dari 44 ribu ton. Sedangkan pada total serapan pada bulan Maret lalu hanya mencapai 300 ton. Dari total serapan hingga saat ini artinya telah adakenaikan lebih dari 150 persen dari bulan Maret ke bulan April. Bila kondisi ini terus berlangsung, pihaknya optimistis dapat memenuhi target serapan sepanjang tahun, yaitu sebanyak 350 ribu ton. “Kami memprediksi pada bulan Mei mendatang target serapan bisa dua kali lipat lebih banyak dibandingkan total serapan pada bulan ini,” ujarnya.

Pihaknya juga mengaku optimistis, dari total target serapan sepanjang tahun tersebut, 250 ribu ton di antaranya bisa terpenuhi dari panen pertama. Sedangkan sisanya yaitu 100 ribu ton diharapkan dapat terpenuhi pada bulan Agustus hingga akhir tahun. “Pada saat itu para petani mulai mengeluarkan stok panen mereka yang kedua, pada saat itulah kami akan kembali melakukan penyerapan,” tambah Damin.

Ia menambahkan, jumlah penyerapan yang terus meningkat maka raskin untuk Lebaran mendatang sudah menggunakan stok beras baru. Artinya beras yang dipanen tahun ini, yaitu beras yang masuk ke Bulog sekitar tiga bulan sebelumnya, sehingga beras dalam kondisi baik. (dna/smu)