KAJEN – Pameran batu alam yang digelar di taman Gemek Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan diserbu warga. Dalam pameran yang digelar mulai Kamis (30/4) hingga 4 Mei 2015 itu disuguhkan ratusan batu berbagai jenis. Mulai dari klawing, batu raja, Aceh hingga bacan.

Ketua Panitia, Ghufron mengatakan, pameran batu akik yang tengah menjadi tren selalu ramai dipadati pengunjung. Di lokasi sedikitnya terdapat 29 stan dari berbagai jenis batu alam. “Pengunjungnya ada sekitar 500 orang lebih,” ungkapnya di lokasi pameran, Kamis (30/4)
Bukan hanya pengunjung, para peserta yang minimal membawa 20 batu dan menyediakan etalasenya masing-masing juga datang dari luar kota. “Target awal hanya dari Pekalongan. Tapi ternyata banyak juga yang datang dari luar Pekalongan. Jakarta dua peserta, Sukabumi dua peserta, Tegal satu orang, dan Purwokerto satu orang,” jelasnya.

Dengan adanya pameran itu, Ghufron berujar, bakal menjadi embrio terciptanya komunitas pecinta batu akik yang selama ini belum ada di Pekalongan. “Selain membuat komunitas pecinta batu akik, juga mitos batu akik memiliki khasiat mistis tidak ada lagi,” imbuhnya.
Salah satu stan, Gemstone Sulaiman, hanya menyediakan satu jenis batu, yakni batu bacan. Batu alam yang kini sedang naik daun itu dijual mulai dari harga Rp 1 juta hingga Rp 25 juta per buah.

Pemilik Gemstone Sulaiman, Jaoed Khaerudin mengatakan, mahalnya harga batu bacan tergantung kualitasnya. “Batu bacan yang telah mengkristal, harganya semakin mahal, paling mahal seharga Rp 10 juta. Sedangkan bahan seharga Rp 25 juta dengan berat 7 ons. Selama empat hari pameran ini target saya kecil saja. Paling hanya Rp 25 juta,” kata dia.

Sementara itu, pemilik Nina Stone, Anto mengatakan, dari semua jenis batu klawing koleksinya dijual mulai harga Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta. “Kalau bahan ada yang sampai Rp 25 juta. Untuk Klawing sendiri ada yang panca warna dan Nogo Suwi,” kata warga Sidomulyo Kecamatan Kesesi itu.

Seorang pengunjung, Hadi, 40, mengatakan, selain mencari batu akik untuk melengkapi koleksinya, dirinya juga bisa sharing dengan para pecinta batu akik lainnya. “Cari-cari saja, kalau ada yang sreg ya diambil. Ini saya dapat kiriman Bacan dari saudara di Maluku. Sudah dalam bentuk akik,” kata dia sembari menyodorkan jarinya. (hil/ric)