Dewan Diteror Wartawan Gadungan

137

DEMAK-Empat anggota DPRD Demak, kemarin (30/4), mengaku diteror wartawan gadungan dengan modus penipuan. Mereka yang diteror adalah Tatiek Soelistijani (PDIP), Ike Candra (Partai Golkar), Ahmad Mudhofar (PKS) dan Sudarno (PDIP). Beruntung, keempat anggota dewan itu sadar akan ditipu wartawan abal-abal yang kerap mencatut media ternama dan meneror lewat telepon pribadi.

Anggota dewan itu mengungkapkan, wartawan tersebut mengaku bernama Yudi dan Didik Purwanto. Modusnya, si wartawan yang mengatasnamakan koran Radar Jawa Pos tersebut menghubungi nomor ponsel anggota dewan tersebut. Yang bersangkutan minta ditransfer sejumlah uang dengan alasan untuk biaya pengobatan temannya yang akan operasi tumor.

Mengetahui adanya permintaan yang tidak lazim itu, sempat membuat anggota dewan merasa kasihan dan terenyuh. Namun karena tidak langsung direspon, si wartawan gadungan itu justru balik memaki-maki dengan kata-kata kotor. “Saya dimaki-maki dengan kata-kata kotor,”kata Mudhofar.

Kejadian serupa dialami Tatiek, Ike dan Sudarno. Mereka juga dihubungi wartawan yang mengaku bernama Yudi dan Didik Purwanto dari Radar Jawa Pos.

Sebelumnya, ulah wartawan gadungan juga dialami anggota DPRD Demak lainnya, yakni Maskuri (Gerindra), Budi Ahmadi (Golkar) dan Muntohar (Gerindra). Ketiganya juga pernah diteror orang yang mengaku-ngaku wartawan tersebut. Mereka lolos dari aksi penipuan itu setelah mengetahui bahwa pelaku adalah penipu.

Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto, mengaku sudah kerap menerima laporan adanya pejabat yang dimintai uang oleh wartawan yang mencatut nama Radar Semarang.

Ia menegaskan, jika wartawan Jawa Pos Radar Semarang bekerja profesional sesuai kode etik jurnalistik serta tidak meminta sesuatu barang maupun uang kepada narasumber.

“Jika ada yang diteror atau dimintai uang dengan mengaku sebagai wartawan Jawa Pos Radar Semarang bisa melapor atau kroscek ke kami. Bisa juga melapor ke wartawan kami yang bertugas di wilayah Kabupaten Demak, yakni Wahib Pribadi,” katanya. (hib/aro)