“Bila dalam tiga hari berturut-turut terjadi kenaikan harga di atas 10 persen, maka otomatis di ponsel akan ada tanda khusus”
Iskandar Simorangkir
Wakil Ketua TPID Jawa Tengah

SEMARANG – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tengah mengembangkan protokol krisis lonjakan harga dengan memanfaatkan teknologi. Sistem ini guna efektifitas dalam mengontrol harga dan inflasi daerah.

Wakil Ketua TPID Jawa Tengah Iskandar Simorangkir mengatakan, ada sejumlah komoditas utama di Jateng yang berpotensi menyumbang inflasi. Oleh karena itu, perlu perhatian khusus, agar harga-harga tersebut dapat terkendali. “Salah satu yang sedang kita upayakan yaitu dengan pengembangan protokol manajemen krisis lonjakan harga,” ujarnya, kemarin (30/4).

Sistem yang dikembangkan ini menggunakan aplikasi yang bisa diterapkan dalam tiap mobile phone atau ponsel dari para anggota TPID dan kepala pemerintah daerah atau gubernur. Tiap harinya Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan memasukkan harga-harga komoditas. “Bila dalam tiga hari berturut-turut terjadi kenaikan harga di atas 10 persen, maka otomatis di ponsel akan ada tanda khusus. Artinya, kami selaku anggota TPID dan kepala daerah harus berdiskusi untuk mencari solusi. Karena menggunakan gadget, diskusi bisa langsung tanpa harus formal,” papar Iskandar.

“Misalnya, terjadi lonjakan harga pada komoditas cabai atau bawang merah, maka kita bisa menghubungi daerah lain yang kelebihan komoditas tersebut. Pun sebaliknya. Terlebih saat ini pemerintah provinsi Jawa Tengah juga telah memiliki kesepakatan dengan sejumlah daerah lain terkait komoditas yang dimiliki,” tambah Iskandar yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah.

Iskandar berpendapat, kerjasama antardaerah ini juga cukup baik dalam menekan inflasi, karena kelebihan stok komoditas ini dapat dijual atau dibeli melalui perusahaan daerah. Tidak lagi melalui makelar yang nantinya harga dapat dimainkan.

Ditegaskan, system ini merupakan salah satu contoh dari pemanfaatan sistem protokol krisis lonjakan harga. Dengan demikian harga bisa terpantau dengan cepat, dan selanjutnya bisa segera meeting nonformal, kemudian menyusun langkah selanjutnya untuk mengendalikan harga. Apakah mengambil stok dari daerah lain, Bulog operasi pasar atau langkah lainnya. (dna/smu)