MASIH RAWAN : Ujian Nasional (Unas) siswa SMPN 3 Banyubiru tetap mengungsi di gedung SDN 02 Wirogomo, Banyubiru, Kabupaten Semarang, mulai Senin (4/5) mendatang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MASIH RAWAN : Ujian Nasional (Unas) siswa SMPN 3 Banyubiru tetap mengungsi di gedung SDN 02 Wirogomo, Banyubiru, Kabupaten Semarang, mulai Senin (4/5) mendatang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MASIH RAWAN : Ujian Nasional (Unas) siswa SMPN 3 Banyubiru tetap mengungsi di gedung SDN 02 Wirogomo, Banyubiru, Kabupaten Semarang, mulai Senin (4/5) mendatang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Siswa SMPN 3 Banyubiru terpaksa melaksanakan Ujian Nasional (Unas) di gedung SDN 02 Wirogomo, Banyubiru, Kabupaten Semarang, mulai Senin (4/5) mendatang. Sebab kondisi cuaca masih belum memungkinkan, sehingga dikhawatirkan terjadi hujan deras yang akan memicu tanah longsor di tebing bukit Gunung Kelir.

Apalagi sebelumnya sempat terjadi beberapa longsoran yang sempat menimpa sebagian tembok musala sekolah tersebut. Hingga akhirnya diputuskan proses belajar mengajar SMPN 3 Banyubiru diungsikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K), Dewi Pramuningsih mengatakan bahwa pelaksanaan Unas SMPN 3 Banyubiru akan tetap dilaksanakan di SDN 02 Wirogomo. Hal itu dilakukan agar siswa lebih tenang melaksanakan Unas. Sebab, selama ini siswa khawatir jika terjadi longsor susulan dari perbukitan Gunung Kelir. Sedangkan siswa SDN 02 Wirogomo harus belajar di rumah ketika Unas SMP berlangsung.

“Sebenarnya siswa SMPN 3 Banyubiru ingin melaksanakan ujian di sekolahnya. Tapi kondisinya belum memungkinkan, apalagi setelah terjadinya tanah longsor terakhir pada pekan lalu. Sehingga diputuskan Unas untuk SMPN 3 Banyubiru tetap dilangsungkan di SDN 02 Wirogomo. Unas berlangsung selama tiga hari, jadi siswa SDN 02 Wirogomo belajar di rumah selama Unas berlangsung,” ujar Dewi di Ungaran, Rabu (29/4) kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan belajar mengajar di SMPN 3 Banyubiru dipindahkan di gedung SDN 02 Wirogomo, setelah terjadi longsor pada Kamis 12 Maret 2015 yang nyaris menimbun gedung SMPN tersebut. Karena gedung SDN tidak cukup sehingga, proses KBM harus bergantian. Terakhir kali terjadi tanah longsor Selasa (21/4) petang di lokasi yang sama.

Kapolsek Banyubiru, AKP Joko Pramono menambahkan, tebing Gunung Kelir setinggi sekitar 300 meter sebelumnya mengalami longsor pada Kamis 12 Maret 2015 lalu. Sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 3 Banyubiru diungsikan ke gedung SDN 02 Wirogomo, yang berjarak sekitar 1,5 kilometer. Material tanah sisa longsor tersebut Selasa (21/4) petang kembali longsor hingga menutup saluran irigasi berikut taludnya. Selain itu material longsor menimbun sebagian dinding belakang mushala sekolah.

“Karena saluran irigasi tertimbun tanah membuat air bercampur lumpur meluber hingga masuk ke halaman sekolah. Sehingga personel dari Polsek, Polres Semarang bersama-sama Koramil Banyubiru dan warga melakukan karja bakti membersihkan longsoran,” kata Kapolsek. (tyo/ida)